PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Hari ini (24/1/2019) tengah berlangsung aksi mogok yang dilakukan oleh ribuan pekerja di PT IMIP Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah.

Aksi Mogok dilaksanakan tepat didalam lingkungan perusahaan yang bergerak disektor pertambangan tersebut, aksipun berlangsung chaos sebab mendapat tembakan gas air mata ke arah para Demonstrasi.

Aksi ini buah dari tidak disetujuinya kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) oleh pihak PT.IMIP, padahal sebelumnya 24 Desember 2018 bertempat di Rujab Bupati, sudah terjadi kesepakatan kenaikan UMSK sebesar 20 persen antara pihak serikat, ASPINDO yang difasilitasi Pemkab Morowali.

Posko Menangkan Pancasila Sulteng mendukung penuh aksi mogok yang dilakukan oleh kawan-kawan pekerja PT IMIP, bagaimanapun Kesejahteraan, serta keselamatan kerja yang menjadi tuntutan penting para Pekerja merupakan tanggung jawab yang harus ditunaikan oleh Pemerintah, termasuk Pihak perusahaan.

Pemerintah Provinsi harus tegas mengambil keputusan atas usulan yang sudah disepakati, tidak bisa menganulir itu semua hanya karena ketidak sepakatan pihak PT IMIP saja, di sini benar-benar diuji keberpihakan Pemerintah Provinsi.

Hampir semua waktu yang dimiliki para pekerja dihabiskan untuk mengumpulkan deviden bagi perusahaan, Pekerja merupakan jantung perekonomian dunia, maka sudah sepantasnya Pemerintah wajib menjamin kesejahteraan dan keselamatan para pakerja itu lewat kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada mereka.

Mewujudkan kesejahteraan, keselamatan bagi pekerja berarti menjalankan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dalam butiran Pancasila, sebaliknya abai terhadap kesejahteraan dan keselamatan pekerja berarti abai dan Anti terhadap Pancasila.

Azman menambahkan, Pemerintah harus mengamini apa yang menjadi kesepakatan ditingkat kabupaten tentang kenaikan UMSK 20 persen, Pemprov tidak bisa terus-terusan didikte oleh pihak perusahaan. [Rilis/Azman Asgar]