Anggota Komite I DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief saat berada di tengah-tengah peserta sosialisasi kebangsaan.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Semangat kebangsaan jangan pernah sampai luntur. Caranya, empat pilar kebangsaan mesti dapat ditanamkan dalam sanubari setiap generasi bangsa agar tidak luntur oleh arus budaya luar yang masuk secara deras lewat globalisasi, menyusup melalui hand phone, lewat media sosial, lewat tayangan-tayangan sinetron dan lain-lain.

Demikian disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Hj Riri Damayanti John Latief saat menggelar Sosialiasi Kebangsaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Bengkulu Tengah, beberapa waktu yang lalu.

“Santri ini sendiri sebenarnya punya peran istimewa dalam kemerdekaan Indonesia. Santri punya kesadaran yang tinggi meski statusnya baru belajar. Dulu para santri ini karena meyakini bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Karena berjuang, banyak juga santri bersama guru-gurunya gugur dalam mempertahankan kemerdekaan,” kata Riri menjelaskan.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini mengungkapkan, upaya untuk membela tanah air dari berbagai ancaman dari luar maupun dari dalam harus terus digalakkan, terutama bagi generasi muda atau para penerus generasi bangsa.

“Tapi jangan dibayangkan juga bahwa semangat membela tanah air pada zaman sekarang kita harus angkat senjata lagi. Kalau konteksnya sekarang bentuknya bisa macam-macam. Misalnya kita belajar dengan baik. Kemudian menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari, belajar dengan baik, jangan menyebarkan hoaks, jangan berantem, jangan gunakan media sosial untuk tujuan-tujuan buruk dan lain-lain,” paparnya.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini memaparkan tentang upaya yang dilakukan DPD RI untuk mewujudkan keadilan dalam pembangunan di seluruh Indonesia, khususnya mengenai upaya-upaya regulatif.

“Untuk menjamin keadilan bagi semua daerah, saya bersama rekan-rekan di Komite I DPD RI menggagas adanya Undang-undang (UU) tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Hal ini perlu mengingat program percepatan pembangunan daerah tertinggal belum maksimal,” ujarnya.

Selain RUU tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI itu menambahkan, DPD RI juga tengah menuntaskan UU tentang Pengembangan Daya Saing Daerah.

“Ini juga penting untuk mendongkrak kemajuan dan pembangunan di daerah-daerah tertinggal di Indonesia agar keadilan dapat terwujud, bukan bagi daerah-daerah kaya saja, atau bagi provinsi-provinsi maju, tapi juga pembangunan di daerah yang tertinggal seperti Bengkulu kalau di Sumatera juga mendapatkan kue pembangunan yang sama,” ungkap Riri.

Sementara Ketua Yayasan Ponpes Darussalam, dr Rahmat Ramdhani mengutarakan rasa syukur dan terimakasihnya atas kesediaan Hj Riri Damayanti John Latief selaku Senator Muda Indonesia yang berkenan hadir di sekolah yang ia pimpin.

“Pesantren kami berdiri sejak 1975. Sehingga usianya sudah berusia 41 tahun. Pesantren kami ini punya karakteristik ciri khas tersendiri. Kami memiliki 5 lembaga pendidikan formal setingkat SD, SMP, SMA, hingga PAUD dan Pesantren dengan 68 guru dan 115 murid,” kata dr Rahmat.

Pria yang meraih gelar doktor dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Inten Lampung ini berharap agar Pemerintah dapat memberikan bantuan guna membenahi Ponpes Darussalam mengingat sekolah ini ikut berperan aktif dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanah UUD 1945.

“Sejauh ini infrastruktur kami belum memadai mulai dari bangunan hingga fasilitas belajar mengajar masih kurang. Contohnya Ujian Nasional kemarin kami sudah diwajibkan untuk berbasis komputer padahal laptop kami saja tidak punya,” demikian dr Rahmat.

Sosialisasi Kebangsaan ini penuh dinamika yang menarik. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab mengenai empat pilar kebangsaan. Terdapat bingkisan menarik bagi para pelajar yang aktif dalam tanya jawab tersebut. [Eva De]

Salah satu peserta sosialisasi pria saat bertanya.
Peserta sosialisasi perempuan saat bertanya.
Penyerahan cendera mata.
Peserta yang aktif menerima bingkisan menarik.