PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu dibantu Anggota Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu dan Kepolisian Resort (Polres) Seluma berhasil menangkap Jasarma (50) Warga Desa Muara Nibung, Kecamatan Talo terdakwa kasus dugaan penipuan yang sempat kabur.

Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan, Selasa (22/1/2019) mengatakan terdakwa tersebut ketika akan dilmpahkan ke tahap dua di Kejari tidak dilakukan penahanan karena terdakwa terjerat kasus lain.

Namun ketika terdakwa ini dipanggil pihak kejaksaan terkait dugaan penipuan terdakwa tidak kooperatif bahkan malah sempat melarikan diri.

“Kami mendapatkan informasi dari petugas kami bahwasanya pada dini hari jam 3 terdakwa ini telah berhasil ditangkap. Ini adalah kerja keras pihak kejaksaan dengan pihak Polda Bengkulu dan Polres Seluma. Penangkapan terdakwa dilakukan di Daerah Seluma dan telah kita bawa kesini,” kata Emilwan.

Sementara, kata Emilwan, kasus ini berawal dari terdakwa meminjam uang kepada korban H. Himin, sebesar Rp52 juta.

Ketika korban meminta uangnya dikembalikan terdakwa tidak bisa membayarnya, selanjutnya terdakwa menawarkan tanah kepada korban dengan luas tanah 45 x 20 meter yang terletak di Jalan Raya Bumi Ayu Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Saat itu terdakwa mengatakan bahwa tanah tersebut adalah miliknya dan tidak bermasalah, bahkan terdakwa bersedia membuat surat pernyataan apabila tanah tersebut terjadi sengketa dikemudian hari dengan pihak lain dan terdakwa bertanggungjawab penuh dan sanggup mengembalikan jual beli sampai tiga kali lipat.

Hasil dari penjualan tanah seharga Rp100 juta kemudian disepakati sebanyak Rp 33 juta diberikan pada terdakwa senilai Rp10 juta untuk pengurusan Surat Keterangan Tanah (SKT) dan Rp5 juta untuk pembuatan surat pernyataan bahwa tanah tersebut tidak bermasalah.

Namun ternyata dikemudian hari tanah tersebut bersengketa dengan pihak lain sampai akhirnya H. Himin yang merasa dirugikan melaporkan Jasarman alias Johari kepada aparat penegak hukum.

“Terdakwa ini ada perkara lain sehingga tidak ditahan di tahap dua tapi ternyata terdakwa sempat keluar, dan saat dipanggil tidak kooperatif. Alhamdulilah terdakwa sudah diamankan dan sudah ada di Kejari, kemudian kasus ini akan kita limpahkan ke pengadilan. Kita berharap hari ini juga keluar penetapan pengadilan untuk melakukan penahanan. Sehingga perjalanan sidang lebih cepat,” terang Emilwan Ridwan. [Ardiyanto]