PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Ratusan warga dari lima desa di Kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP) Bengkulu Utara Kamis (24/1) pagi memblokir jalan sebagai utama menuju Galian C milik PT.Perto Rejang. Lima desa tersebut yakni Desa Alun Dua, Desa Sengkuang, Desa Lubuk Pendam, Desa Padang Sepan, dan Desa Tanjung Agung.

Warga menuntut agar aktifitas galian C yang berlokasi di Desa Sengkuang distop. Pasalnya aktifitas tambang sudah merusak kepala air saluran irigasi hingga sawah terancam gagal panen.

Tak hanya itu, truk pengangkut material yang diduga melebihi tonase juga telah merusak jalan.

Dandim 0423 BU Letkol Arh Ari Trisenta Nursanto, S.Sos, M.Si melalui Pasi Intel, Kapten. Inf. Azwar membenarkan kejadian ini.

Menurut dia, dalam aksinya warga menuntut PT. Perto Rejang untuk menghentikan operasi tambang sampai batas waktu belum ditentukan.

Sementara itu tokoh pemuda kecamatan Tanjung Agung Palik Afriansyah mengatakan bahwa truck yang angkut hasil tambang galian C ini menggunakan kendaraan tronton yang tonasenya melebihi daya yang mampu dibebani oleh jalan sehingga jalan yang baru saja dibangun akan cepat rusak.

“Ini saja sudah banyak jalan yang mulai rusak akibat tronton tersebut, selain itu juga galian C ini dapat merusak pintu air yang berguna untuk mengairi sawah masyarakat,” kata Afriansyah. [Evi Kusnandar]