PedomanBengkulu.com, Seluma РMenjelang Pemilu pada 17 April 2019 mendatang, sejumlah persiapan  mulai terlihat dilakukan oleh berbagai orang. Sebanyak 150 orang yang tergabung dalam Dapil II Talo, serta terdapat Pelindung Masyarakat (Linmas) melakasanakan Apel Konsolidasi Pemilu di halaman Mapolsek Talo, Kecamatan Talo.

Dalam pelaksanaan apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Talo, Iptu Sodri . Selain itu, dalam kegiatan apel, dimaksudkan untuk mengecek kembali sejauh mana kesiapan anggota Linmas dalam menjalankan pengamanan TPS jelang Pemilu 2019, terutama Dapil II wilayah hukum Polsek Talo.

“Kita lakukan apel kesiapan jelang Pemilu 2019 tersebut guna melihat sejauh mana kesiapan anggota Linmas, dan memberikan sejumlah materi dalam menghadapi pemilu 2019 pada April mendatang,” terang Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertadhana melalui Kapolsek Talo Iptu Sodri saat dikonfirmasi pada Kamis pagi (28/2/2019) pukul 10.00 WIB.

Lanjutnya pula, selain memberikan meteri tambahan berupa pemahaman mengenai tahapan pendistribusian logistik Pemilu berupa simulasi kepada sejumlah anggota Linmas yang berada di wilayah hukum Polsek Talo sejak dimulainya logistik tersebut yang diantarkan dari KPU ke PPK dapil II, hingga ke KPPS desa, dan selanjutnya dibawa kembali ke PPK.

“Materi tambahan berupa pendistribusian logistik tersebut juga sangat penting, dalam pengamanan tersebut tidak hanya Linmas saja yang bergerak, selain itu simulasi yang dibuat agar para Linmas tidak kaku dalam pendistribusian logistik serta dari anggota Polsek Talo juga siap membantu pengamanannya serta anggota Koramil akan menjalankan pengamanan tersebut,” jelas Sodri.

Sementara itu, pihaknya juga mengharapkan menjelang pemilu pada 17 April 2019 besok tidak terjadi hal yang tak diinginkan, pasalnya banyak yang kita jumpai sering terjadi kecurangan.

“Dalam hal ini kita siap mengamankan proses pemungutan suara tersebut, dari awal hingga akhir akan kita pantau terus, dan dalam pemungutan suara bagi yang tidak mempunyai kepentingan dilarang masuk, baik itu Polisi, Pejabat, sekalipun Presiden kecuali petugas TPS tersebut,” pungkas Sodri. [Wahyu]