Pelantikan Badan Pemenangan Daerah dan Sekber Satgas Prabowo-Sandi Provinsi Bengkulu dilantik oleh Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan No 2, Jenderal (Pur) Djoko Santoso di Hotel Santika Bengkulu, Jumat (1/2/2019).

Badan Pemenangan Daerah (BPD) dan Sekber Satgas Prabowo-Sandi Provinsi Bengkulu dilantik oleh Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan No 2, Jenderal (Pur) Djoko Santoso di Hotel Santika Bengkulu, Jumat (1/2/2019).

Di Bengkulu, BPD 02 dipimpin oleh Ketua BPD 02 Bengkulu Brigjen (Pur) Iskandar Ramis yang akan mengkoordinir tim pemenangan Prabowo-Sandi di tingkat kabupaten/kota maupun sinergi dengan partai politik pengusung dan pendukung di Bengkulu.

“Kita akan bekerja keras untuk memenangkan calon presiden Prabowo Sandi di Provinsi Bengkulu,” kata Brigjen (Pur) Iskandar Ramis di dampingi oleh tokoh-tokoh masyarakat, partai politik dan aktifis pendukung Prabowo-Sandi di Bengkulu.

Sementara, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno didatangi sejumlah Kepala Suku dari wilayah Papua Barat di Prabowo-Sandi Media Center Jalan Sriwijaya I nomor 35, Jakarta, Kamis (31/1) malam.

Mereka yang datang merupakan Penasihat tujuh Kepala Suku Kabupaten Teluk Bintuni dan Ketua Relawan Batu Api Kabupaten Fak Fak, Papua Barat. Mereka secara tegas mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

“Memang kami adalah timnya wong cilik. Tapi kami adalah timnya masyarakat Kaki Abu. kami datang untuk menyampaikan kepada bapak, bahwa kami siap mendukung bapak dan Pak Prabowo sebagai capres dan cawapres, dan kami siap untuk tekad bulat memenangkan,” ujar Ketua Relawan Batu Api, Yusuf Patiran kepada Sandiaga Uno, dilansir dari Liputan6.

Pada kesempatan itu, Sandi juga diberikan sebuah topi Cendrawasih dan tas noken khas Papua sebagai simbol persaudaraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Falsafah kehidupan yang kami simpulkan dengan songko merah sebagai simbol nasionalisme, agama. Dan bagi kami orang Indonesia Timur, kain merah di kepala itu adalah simbol nasionalisme, agama dan adat. Istilahnya luas dan menyeluruh, senasib dan sepenanggungan, berjiwa satu, bangsa dan satu negara,” terang Yusuf Fatiran.

Mereka berpesan kepada Prabowo dan Sandi supaya amanah jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden 2019 mendatang.

“Mudah-mudahan ketika bapak menjabat nanti, bapak akan melihat kita sebagai keluarga. Jadi merah di kepala, putih di hati, saya yakin bendera merah-putih akan berkibar dengan baik dan tenang,” tandasnya seraya menjabat tangan Sandiaga.

Sementara itu, sebanyak 2.500 purnawirawan TNI/Polri dari seluruh tingkatan dan 300 Purnawirawan Jenderal yang tergabung dalam Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR) mendatangi kediaman Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019).

Kehadiran mereka dalam rangka memberikan dukungan kepada pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno untuk memenangkan Pilpres 2019.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengungkapkan rasa terimakasih kepada para seluruh purnawirawan TNI-Polri dan para purnawirawan Jenderal yang ikut bergabung bersamanya dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Mari kita berjuang bersama mewujudkan cita-cita pendiri bangsa kita menciptakan Indonesia yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena tidak ada istilah pensiun bagi prajurit untuk membela rakyatnya yang lemah,” ungkap Prabowo dalam pidatonya dikutip dari Liputan6.

Prabowo menjelaskan, sudah selayaknya seorang prajurit TNI maupun Polri baik yang masih aktif maupun yang pensiun dari kedinasan untuk selalu membela rakyat Indonesia yang lemah. Sebab, seorang prajurit TNI-Polri lahir dari rakyat dan untuk membela rakyat.

“Seorang prajurit tentara dan polisi lahir dari rakyat, diberi makan oleh rakyat, maka harus terus berbakti untuk keselamatan dan kesejahteraan rakyat. Itulah perjuangan kita. Kita harus berjuang untuk rakyat, kita harus mewujudkan keadilan dan kemakmuran untuk rakyat,” ungkap Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan penghargaan untuk para pejuang pejuang PPIR yang hingga saat ini masih aktif keliling ke desa-desa di pelosok Indonesia untuk berjuang menciptakan Indonesia yang adil dan makmur seperti apa yang di cita-citakan para pendiri bangsa.

“Itulah prajurit ksatria hingga akhir usianya ia tetap berjuang untuk rakyat,” imbuhnya.

Mantan Danjen Kopassus itu juga memberikan salam hormat kepada seluruh ribuan purnawirawan TNI/Polri yang hadir dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, semangat dan perjuangan yang sama untuk menciptakan Indonesia yang adil dan makmur perlu terus digelorakan untuk memperbaiki kondisi bangsa Indonesia saat ini.

“Biasanya tradisi kita saat menjadi prajurit, bawahan hormat kepada atasan, hari ini saya ingin sampaikan ucapkan terima kasih kepada kalian semua yang berjuang bersama saya dan sandiaga uno untuk memperbaiki kondisi bangsa ini. Saya minta berdiri semua, Saya hormat kepada kalian semua,” tutup Prabowo memberikan hormat kepada seluruh hadirin. [Ivana]