Muji Suratmanto (59) merupakan salah seorang dari ratusan juta peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang telah merasakan manfaat besar dari program ini. Pensiunan Polisi Republik Indonesia (POLRI) yang menderita gagal ginjal ini harus menjalani perawatan hemodialisa secara rutin.

“Waduh, kalau disuruh hitung biaya berobatnya selama ini, gaji saya tidak akan cukup. Karena kalau harus bayar sendiri pasti sudah bangkrut dari dulu. Tapi satu hal yang buat saya merasa lega dan tidak khawatir sama sekali karena saya adalah peserta JKN-KIS. Saya bangga sekali, negara peduli sama kesehatan saya. Bukan cuma saya saja, tapi kepada seluruh peserta JKN-KIS yang ada di luar sana,” ujar Muji yang ditemui kala sedang menjalani perawatan inap di Rumah Sakit Umum Daerah Curup yang terdapat di Kabupaten Rejang Lebong, Senin (25/2).

Saat ini keadaan Muji yang sudah membaik dan bahkan sesekali ia di sela-sela sesi perawatannya. Ia pun dengan senang hati memberikan pendapatnya tentang pelayanan yang diterimanya di Rumah Sakit Umum Daerah Curup.

“Mungkin karena sudah lama berobat di sini, lama-lama nyaman sendiri. Bagaimana tidak, setiap hari Rabu dan Sabtu pasti saya habiskan di sini. Pasien HD yang ditemui juga itu-itu saja, rasanya sudah seperti teman seperjuangan. Kalau ditanya mengenai pelayanannya bagaimana, ya pastinya baik. Tapi ya kita harus tahu konsekuensi dari pelayanan publik, harus siap sedia dengan segala aturan mainnya. Bukan kita sendirian yang diurus. Makanya harus bisa menerima,” ujarnya.

Ia pun berharap seluruh peserta JKN-KIS semakin sadar untuk rutin membayarkan iuran tepat waktu agar Program JKN-KIS berjalan berkelanjutan. Bahkan ia mengatakan, jika boleh memilih, ia rela membayar iuran JKN-KIS dan hidup sehat daripada memanfaatkan JKN-KIS untuk cuci darah.

“Kesehatan itu mahal harganya. Kalau bisa jangan sampai menunggak bayar iurannya. Karena kami juga bisa berobat karena bantuan dari kalian semua juga. Doakan saja untuk selalu sehat, jadi iurannya kalian yang sehat bisa bantu kami yang harus berobat rutin ini. Dan saya secara pribadi juga mau mengucapkan terima kasih untuk BPJS Kesehatan. Kerjanya semakin baik, bukan perkara mudah mengurus peserta JKN-KIS sebanyak itu. Kita juga harus memaklumi kalau ada satu dua hal yang belum sempurna. Semoga ke depannya bisa semakin baik lagi,” ucapnya.[Rls]