PedomanBengkulu.com, Seluma – Pasca viral di berbagai media, pemberitaan mengenai penggelapan gaji anggota PPK dan PPS di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Ulu Talo, Kecamatan Semidang Alas, dan Kecamatan Semidang Alas Maras. Pasalnya, gaji tersebut memang belum dibayarkan selama dua bulan, dari bulan November hingga Desember 2018 kemarin.

Adanya keterlambatan penyerahan gaji tersebut diindikasi adanya penggelapan gaji, dalam hal ini diduga dilakukan oleh oknum ASN KPU Seluma yang saat ini dalam proses penyelidikan.

Menanggapi kasus ini, Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertadhana mengatakan bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan Komisioner KPU Seluma guna melakukan rangkaian penegakan hukum dan segera melakukan tahap penyelidikan.

“Berdasarkan informasi dari komisioner KPU beberapa waktu lalu, sebelumnya kita susah berkerjasama guna menindaklanjuti sejumlah rangkaian penegakan hukum terhadap kasus ini, namun saat ini sedang tahap penyelidikan,” ungkap Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertadhana saat dikonfirmasi pada Kamis petang (28/2/2019) pukul 16.00 WIB.

Lanjutnya, bahwa adanya polemik PPK dan PPS tersebut, saat ini Polres Seluma dan KPU Seluma sudah berusaha untuk berkoordinasi dengan KPU Provinsi maupun ke KPU Pusat untuk dapat menyikapi hal tersebut agar polemik PPK dan PPS bisa terselesaikan masalah pembayaran gaji yang sempat menunda dua bulan kemarin.

“Di samping itu, kita juga mengharapkan agar PPK dan PPS, pada tahapan pemilu 2019 dapat berjalan dengan lancar sebagai mana yang kita harapkan, serta untuk bersabar dalam masalah pembayaran gaji tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya bahwa gaji PPK dan PPS yang berada di tiga kecamatan tersebut memang belum dibayarkan pada bulan November hingga Desember 2018, namun untuk gaji bulan Januari 2019 sudah dibayarkan. Dan dugaan penggelapan gaji tersebut sebesar
504 juta rupiah.

“Pasti akan kita proses, yang jelas saat ini masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Nyoman. [Wahyu]