PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Baru saja tim Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu melakukan penggeledahan di bagian Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bengkulu, Senin (25/2/2019).

Penggeledahan yang dilakukan di dua ruangan yakni Ruang Pejabat Pembuat Komitmen (PPTK) dan tim Provisional Hand Over (PHO) tersebut terkait dengan dugaan Tipikor Pemeliharaan Jalan di Kabupaten Kepahiang perbatasan Sumatera Selatan (Sumsel) yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 senilai 31,9 miliyar rupiah.

Sementara dari penggeledahan yang dilakukan, tim Reskrimsus Polda membawa puluhan berkas penting yang diduga ada kaitannya dengan penyidikan terkait dugaan Tipikor Pemeliharaan Jalan di Kabupaten Kepahiang perbatasan Sumatera Selatan 2016 senilai 31,9 miliyar dengan estimasi kerugian keuangan negara mencapai 1,5 miliyar mupiah.

Kasubdit Tipikor Polda Bengkulu AKBP Andy Arisandi mengatakan penggeledahan yang dilakukan tersebut berkaitan dengan penyidikan kasus pembangunan jalan perbatasan Kabupaten Kepahiang dengan Sumatera Selatan. Penggeledahan tersebut untuk pemenuhan alat bukti.

“Iya benar hari ini kita lakukan penggeledahan berkaitan dengan penyidikan kasus pembangunan jalan dari batas Kota Kepahiang yang dilakukan PT Sindang Brothers. Hari ini kita lakukan penggeledahan dalam rangka pemenuhan alat bukti,” kata Andy Arisandi.

Sementara diketahui, semenjak kasus tersebut naik di tingkat penyidikan, tim Reskrimsus Tipikor Polda Bengkulu sedikitnya telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang saksi termasuk kontraktor pelaksaan pembangunan jalan perbatasan Kabupaten Kepahiang dengan Sumatera Selatan yang dikerjakan PT Sindang Brothers.

Data lain yang terhimpun pemilik PT Sindang Brothers yakni Lily Mardianti Madari istri Mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan Direktur Utamanya yakni Riko Madari adik kandung Lily Mardianti Madari.[Ardiyanto]