Wapres saat memukul dol tanda ditutupnya Tanwir Muhammadiyah ke-51 di Balai Raya Semarak Bengkulu, Minggu (17/2/2019).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, didampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu, Syaifullah, serta Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, secara resmi menutup gelaran Tanwir Muhammadiyah ke 51 di Bengkulu, Minggu (17/2) bertempat di Balai Raya Semarak Bengkulu.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla berharap dakwah dan ajaran agama yang disebarkan melalui Muhammadiyah dapat dilakukan dengan menekankan pentingnya untuk menjaga hubungan persaudaraan antar manusia.

“Kita kuat dalam ibadah dan akidah, tapi tidak kuat dalam tata kehidupan yang islami, karena itu kita butuh pencerahan agar konteks hubungan antar manusia menjadi lebih baik. Semoga apa yang diputuskan oleh tanwir ini dapat menjadi bagian dari upaya kita semua untuk mencerahkan Islam, jadi tema Beragama Yang Mencerahkan sangatlah relavan,” ujar Wapres.

Sementara itu, Haedar Nashir dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas suksesnya penyelenggaraan Tanwir Muhammadiyah.

“Kami haturkan terima kasih kepada Bapak Wakil Presiden beserta Ibu yang telah menyediakan waktu untuk hadir ke Bengkulu dalam acara penutupan Tanwir ini, kepada Gubernur Rohidin Mersyah dan seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Bengkulu, kami mohon maaf kalau selama acara berlangsung ada banyak hal yang tidak berkenan dan kami sekaligus juga mohon pamit hari ini untuk kembali ke tempat masing-masing dengan kenangan yang indah,” ungkapnya.

Data terhimpun, sebelum mengakhiri sambutannya, Haedar Nashir meminta peserta dan keluarga besar Muhammadiyah untuk menjalankan keputusan-keputusan Tanwir yang telah ditetapkan. [Nurhas]