Surat klarifikasi dan permintaan maaf oknum Kepala Dinas berinisial SI.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Oknum Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu berinisial SI memberikan surat klarifikasi dan permintaan maaf kepada Walikota Bengkulu Helmi Hasan atas pernyataan yang mengkaitkan namanya sebagai saksi pernikahan siri antara SI dengan perempuan berinisial VN.

Dalam suratnya SI menegaskan, ia tidak pernah menghubungkan dan tidak menyebutkan nama Walikota Bengkulu Helmi Hasan.

Bersama ini menyampaikan klarifikasi atas surat pernyataan saudara Novian Fitri Ketua RT 20 Komplek Permata Gading Kel. Jalan Gedang Kec. Gading Cempaka Kota Bengkulu pada tanggal 07 Februari 2019,” tulis SI dalam suratnya yang ia tandatangani, Jumat (22/2/2019).

Selanjutnya SI memohon maaf atas ketidaknyamanan Walikota Helmi Hasan yang mana telah tersebut namanya pada saat Ketua RT 20 Kelurahan Jalan Gedang dan beberapa warga mendatangi kediaman perempuan berinisial VN di Komplek Permata Gading pada tanggal 7 Februari 2019.

Oleh karena itu, sekali lagi saya mohon maaf sedalam-dalamnya kepada bapak walikota H. Helmi Hasan, SE,” demikian SI.

Sebelumnya terlansir, terseretnya nama Walikota Bengkulu Helmi Hasan dalam perkara rumah tangga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bengkulu inisial SI dan istrinya inisial RK membuat Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain geram.

“Kami selaku anggota dewan dari Fraksi PAN harus mengklarifikasi hal ini. Kenapa Pak Walikota dilibatkan dalam persoalan rumah tangga SI dan RK. Pak Helmi tidak tepat dibawa-bawa dalam perkara ini,” kata Teuku kepada Pedoman Bengkulu, Selasa (19/2/2019).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya bersama kuasa hukum tengah menyusun somasi.

“Perlu kami tegaskan, apa yang disampaikan Ketua RT Novian dalam suratnya bahwa Pak Helmi menjadi saksi nikah sirihnya SI dan VN adalah sebuah kebohongan. Pak Helmi Hasan saat April 2018 itu masih di Kamboja. Dan Juni 2018 baru kembali ke Bengkulu. Fakta ini bisa dikroscek. Visa, paspor dan lain-lain semua masih lengkap,” tegasnya.

Teuku mengingatkan somasi akan segera dilayangkan bilamana SI, RK, VN dan Ketua RT 20 Kelurahan Jalan Gedang Novian tidak segera memberikan klarifikasi.

“Kami berharap persoalan ranah pribadi SI ini jangan sampai menyeret banyak pihak. Ini ada usaha provokasi. Kalau ada pihak yang mencoba memancing di air keruh kami imbau supaya berhenti. Karena kami sudah menyusun upaya hukum. Jangan sampai semua terseret ke ranah hukum,” tekannya.

Teuku menambahkan, siapapun yang menyeret nama Walikota tanpa dasar dan fakta yang benar, maka ia selaku pimpinan DPRD Kota Bengkulu akan menggunakan semua instrumen yang dibenarkan oleh negara untuk menggugat secara hukum.

“Siapapun yang menyeret Walikota harus meluruskan. Kami ikut merasa dirugikan. Karena tidak ada urusan Helmi Hasan dengan urusan ini,” demikian Teuku Zulkarnain. [Medi Muamar]