Pedomanbengkulu.com, Seluma – Sebanyak 145 unit rumah yang tak layak huni, dan tersebar di enam desa Kabupaten Seluma akan dibangun oleh DisPerkim Kabupaten Seluma dengan program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) pada tahun 2019 ini.

Pembanguan desa tertinggal dengan program BSPS dialokasikan dengan pengucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 2,2 miliar rupiah, serta Afirmasi khusus daerah tertinggal Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).

Sebelumnya untuk enam desa yang sudah diajukan pada tahun ini, sebelumnya Kepala Desa sudah melayangkan proposal ataupun permohonan untuk dilakukan pembangunan dan sudah disetujui oleh DisPerkim Kabupaten Seluma.

“Untuk enam Desa yang sudah direalisasikan pada tahun ini, yakni Desa Pajar Bulan, Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM), Desa Tumbuan, Kecamatan Lubuk Sandi. Lalu Desa Air Periukan, Kecamatan Air Periukan dan Desa Air Teras, Kecamatan Talo serta Desa Nanti Agung dan Desa Dusun Baru, Kecamatan Ilir Talo.” Ujar Erlan Suandi S.IP. M.AP selaku Kadis Perkim pada Selasa pagi (12/2/2019) pukul 09.00 wib.

Disampaikan pula, selain enam desa yang sudah diajukan kepada DisPerkim Kabupaten Seluma terdapat tujuh desa lagi merupakan program dari Satker Provinsi Kementerian PUPR.

Sementara tujuh desa yang anggarannya dari Satker Provinsi Bengkulu yakni Desa Rimbo Besar, Maras Jauh, Muara Maras dan Desa Talang Kemang Kecamatan SAM. Lalu Desa Margosari dan Rawa Indah, kecamatan Ilir Talo

“Jadi semuanya ada 13 desa yang akan menerima program BSPS tahun 2019 ini, yang anggarannya dari DAK Afirmasi dan Satker Provinsi Kementrian PUPR, tadi untuk DAK 2,2 Miliar, sedangkan Satker itu 2,5 Miliar,” tambah Erlan.

Sebelumnya dana tersebut harus sesuai dengan RAB nya, per rumah akan mendapat alokasi dana sebesar Rp 17,5 juta, dengan rincinannya Rp 15 juta untuk material dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang pembangunan rumah tersebut.” Jelas Erlan.

Sedangkan proses pengerjaan rumah program BSPS tersebut akan dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat. Mengenai biaya atau upahnya sesuai ketentuan dan aturannya sebesar Rp 2,5 juta.

“Jadi masyarakat desa penerima bantuan program BSPS ini harus membuat kelompok terlebih dahulu, nantinya secara bersama-sama akan membangun dan mengerjakan rumah tersebut, untuk Disperkim Seluma hanya sebagai fasilitator saja, sedangkan keuangan dikelola kemen PUPR.” pungkas Erlan. [Wahyu70]