PedomanBengkulu.com, Seluma – Sebanyak 13 ekor sapi milik warga Desa Kungkai Baru, Desa Pasar Ngalam Kecamatan Air Periukan mendadak mati, pasalnya belasan sapi tersebut positif mengidap virus Jembrana. Virus Jembrana merupakan keringat darah yang disebabkan oleh lalat ataupun serangga yang menyedot darah sapi tersebut.

Sebelumnya, terdapat 8 ekor sapi milik warga Kecamatan Air Periukan yang mendadak mati, dikarenakan virus jembrana tersebut, hingga saat ini kembali bertambah menjadi 13 ekor sapi milik warga yang mendadak mati akibat Virus Jembrana, dan sudah diuji laboraturium Provinsi Lampung.

Sementara itu, Marrah Halim, Kadis Pertanian Kabupaten Seluma saat dikonfirmasi pada Sabtu (23/2/2019), mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan dokter hewan.

“Terkait Virus Jembrana tersebut saya sudah berkoordinasi dengan THL- TBPP, bahwa ke13 ekor sapi tersebut sudah positif mengidap Virus Jembrana, dikarenakan sapi tersebut dilepas liarkan oleh pemiliknya, seperti dikebun-kebun, hal tersebut membuat sapi bebas memakan tanaman apa saja, termasuk faktor cuaca yang dan membuat sapi tersebut rentan dengan penyakit,” kata Marrah Halim.

Disampaikan pula, bahwa pihaknya juga menyampaikan kepada pemilik sapi untuk tidak melepas liarkan hewan ternaknya tersebut, selain itu pula untuk tidak mendatangkan sapi dari luar daerah yang tidak tahu kondisi kesehatannya.

“Minimal kandang sapi rutin dibersihkan setiap hari, pakan rumput yang sehat, serta memeriksakan kesehatan sapi ke dokter maupun mantri hewan, hal tersebut dapat menekan angka kematian sapi akibat Virus Jembrana, selain itu pula untuk tidak mengkonsumsi bagian jeroan sapi berupa limpa, hati, yang sudah terinfeksi Virus Jembrana, karena akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia,” tutup Marrah Halim.[Wahyu]