Konferensi Pers di Mapolda Bengkulu, Senin (25/2/2019) mengenai penangkapan dua terduga pengedar narkoba.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Satuan Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Bengkulu kembali berhasil memutus mata rantai peredaran gelap narkoba di Bengkulu. Kali ini petugas berhasil meringkus SR (23) warga Jalan Sumatera Kelurahan Sukamerindu Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu dan RI (18) warga Keluruhan Dusun Besar Kecamatan Singgaran Pati Kota Bengkulu yang diduga sebagai pengedar narkoba golongan satu jenis sabu-sabu.

Selain menangkap dua terduga pelaku, polisi juga berhasil menyita barang bukti sabu-sabu  seberat 1.2 kg dan timbangan digital. Diduga kedua pengedar yang ditangkap tersebut dikendalikan oleh bandar narkoba inisial DR yang saat ini ditahan Lapas Bengkulu.

Kepala Bidang Direktorat Reserse Narkoba Polda Bengkulu Kombes Imam Syahroni didamping Kabid Humas Polda Bengkulu Akbp.Sudarno.S Sos MH, dalam Konferensi Pers di Mapolda Bengkulu, Senin (25/2/2019) mengatakan penangkapan dua terduga pengedar narkoba tersebut berawal dari adanya informasi yang didapat pihak Kepolisian terkait adanya dugaan peredaran gelap narkoba jenis sabu sabu yang dilakukan dua pemuda tersebut.

Pasca menerima laporan ini, pihak Kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Upaya pengelidikan yang dilakukan polisi akhirnya membuahkan hasil dan akhir pihaknya berhasil meringkus dua yang diduga sebagai pengedar barang haram tersebut.

“Dari tangan RI kita berhasil mengamankan satu paket kecil sabu, setelah membekuk RI didapati bahwa RI merupakan kaki dari DS yang memiliki 12 paket Sabu besar serta 4 paket sabu sedang dengan sabu seberat 1200 Gram. Keterangan yang kita peroleh dari tersangka RS, barang haram yang dimilikinya dikendalikan salah satu tahanan lapas Bentiring yaitu DS. Barang haram tersebut dipesan oleh DS dari daerah Sumatera Utara kemudian barang tersebut dikirim lewat salah satu travel, kemudian dterima RS,” kata Imam Syahroni.

Imam Syahroni, mengungkapkan dari penangkapan kedua tersangka pihaknya menyimpulkan dan menemukan fakta bahwa peredaran narkoba di Bengkulu masih dikendalikan bandar narkoba yang berada di Lapas.

“Masih banyak jaringan narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas dan kita akan terus melakukan pengintaian untuk mengungkapnya peredaran barang haram ini. Ketiga tersangka kita sangkakan pasal 114 ayat (2) UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana hukuman mati atau seumur hidup, atau serendah rendahnya 6 tahun penjara,” jelas Imam Syahroni.

Sementara tersangka RS mengatakan bahwa dia di perintah sodara angkatnya yaitu tersangka DS untuk mengedarkan narkoba.

“Saya menjemput Sabu tersebut dari travel, kemudian saudara Doni menyuruh saya menyimpan barang tersebut dan mengedarkannya dengan dijanjikan upah sebesar 80 Juta,” ucap RS. [Ardiyanto]