Pedomanbengkulu.com, Bengkulu — Dalam rangka kunjungan dan pertemuan bersama partai koalisi dan relawan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto- Sandiaga Salahudin Uno di Jalan Martadinata nomor 37 RT 30 RW 07 Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Sabtu (9/2/2019).

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, mengatakan untuk menyemarakkan pesta demokrasi. Maka harus berprasangka baik. Selama pihaknya melakukan kunjungan di beberapa daerah di Indonesia, bukan hanya disambut oleh pendukungnya saja, tapi juga oleh bukan pendukung.

Artinya mereka membuktikan ingin adanya sebuah perubahan.

“Pada tanggal 17 April mendatang merupakan referendum. PR terbesar adalah Ekonomi. Maka dari itu kita akan meningkatkan perekonomian masyarakat dari mulai sektor pertanian seperti harga kopi bagus adanya lapangan pekerjaan ingin harga harga terjangkau, prabowo- Sandi pilihannya untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik,” ujar Sandi

Dikatakan Sandi, dengan bekerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas maka akan membawa Indonesia yang adil makmur.

“Desa-desa yang pernah kita kunjungi, para petani yang sekarang lagi kesulitan karena harga hasil pertanian turun. Kita sampaikan bahwa kita akan stop kebijakan impor, harga karet akan kita tingkatkan melalui pembangunan industri dan kebijakan yang lebih berpihak kepada petani karet, petani sawit, dan petani kopi prabowo-sandi akan sengsarakan petani kita akan pastikan bahwa petani dan sektor pertanian menjadi Prioritas pembangunan ekonomi di bawah Prabowo-Sandi Insyaallah lapangan kerja pengelolaan kita lebih baik ke depan,” kata Sandi.

Pihaknya akan mengelola anggaran dengan baik agar tidak terjadi pemborosan. Pihaknya juga akan meningkatkan Swasembada pangan.

“Saya Ingatkan jangan sampai suara kita yang capek capek kita dapatkan tergerus pada saat-saat terakhir. Jangan sampai ada yang terakhir dikerjain. Semua yang bekerja di sini penuh keikhlasan, yang terpenting juga kita jangan sampai saling sikut menyikut karena persaudaraan kita nomor satu jangan terprovokasi,” jelas Sandi.

Sementara Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengatakan jangan pernah lengah, dari sekarang mulai bekerja keras oleh karena itu pihaknya mengajak untuk merebut kekuasaan secara demokratis.

“Indonesia yang berpenduduk 260 juta mayoritas muslim terbesar di dunia oleh karena itu persaingannya keras. Maka yang sudah bekerja keras harus kerja lebih keras lagi. Kerja keras yang dilakukan bukan
untuk Prabowo untuk sandi tapi untuk kita dan Indonesia sesuai dengan yang dicita-citakan para pendiri negeri yaitu merdeka dan bersatu, bukan terpecah-belah,” ucap Zulkifli

Dijelaskan Zulkifli, kerja keras untuk tidak ada impor banyak-banyakan, tetapi akan bersandar melalui kekuatan anak negeri sendiri berdaulat adil adil kepada semuanya, hukum tidak tebang pilih, harus adil agar setara, barulah bisa sejahtera.

“Yang dicita-citakan oleh para pendiri negeri kita ingin arah Indonesia sesuai dengan cita-cita kita tadi, inilah saatnya tinggal menghitung hari pesta demokrasi kita dan maka harus berjalan damai dan menggembirakan pemilunya. Kita selesaikan perbedaan kita untuk menentukan arah Indonesia pada tanggal 17 April di TPS. Sekali lagi saya ingatkan kita semua jangan lengah sedikitpun karena ini adalah pertarungan perebutan Presiden Republik Indonesia. Tanda-tanda kemenangan sudah nampak dari langit dan mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita sekalian,” ungkap Zulkifli. [Anto]