Hj. Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Perkembangan teknologi dunia yang telah masuk dalam era revolusi industri 4.0 menuntut lembaga-lembaga pemerintahan yang ingin tetap hidup berkembang untuk melakukan perubahan pada sumber daya manusia (SDM) yang tersedia.

“Pemerintah sekarang dituntut untuk menerapkan sistem yang efektif, efisien, sistem yang mampu beradaptasi dengan zaman. Semua pemerintah daerah di Bengkulu pasti sudah menyadari hal ini. Tapi saya lihat baru beberapa yang menerapkan pelayanan publik berbasis digital,” kata anggota Komite I DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief kepada jurnalis, Kamis (28/2/2019).

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menjelaskan, kebijakan publik seyogianya membutuhkan penyegaran khususnya dalam struktur birokrasi pelayanan publik agar memenuhi kebutuhan warga masyarakat yang terus berkembang pesat.

“Bisa dikatakan penggunaan teknologi digital revolusi industri 4.0 ini selaras dengan revolusi mental. Dalam Undang-Undang ASN (Aparatur Sipil Negara) terbaru hal ini sudah dirumuskan agar bagaimana budaya kerja pemerintah dapat diarahkan sesuai dengan sistem yang efektif dan efisien,” ungkap Riri Damayanti.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini mengungkapkan, perubahan manajemen kepemimpinan dibutuhkan untuk memadukan budaya kerja dengan penerapan revolusi industri 4.0 tersebut.

“Memfasilitasi masyarakat agar mampu beradaptasi dengan teknologi informasi yang diterapkan pemerintah daerah menjadi kebutuhan berikutnya agar bagaimana penggunaannya dapat optimal. Kalau ada warga masyarakat yang curhat, pemerintah daerah dapat memberikan respon cepat. Respon cepat ini bisa jadi media sosialisasi yang bagus,” ujar Riri Damayanti.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini tak menampik banyak pejabat publik di tingkat pusat telah memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk bersosialisasi dengan masyarakat.

“Bahkan Presiden Jokowi sendiri sudah memanfaatkan Facebook, Twitter dan lain-lain untuk berinteraksi dengan warga masyarakat. Tapi pada tingkat daerah hal ini belum tampak. Padahal kalau seluruh ASN bisa memanfaatkan media sosial ini, banyak manfaat yang bisa kita petik. Contoh kecil untuk mempromosikan produk-produk UMKM yang kita miliki,” tukas Riri Damayanti.

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI ini menyadari, upaya untuk memadukan budaya kerja dengan penerapan revolusi industri 4.0 memang tidak bisa dilakukan secara sekaligus.

“Tapi tetap hal ini harus disadari dan dikomunikasikan secara terus menerus karena revolusi industri 4.0 tidak hanya akan terjadi pada masyarakat atau para pelaku bisnis, pemerintah juga akan segera terdampak. Kalau kita menyadari hal ini sejak dini, harapannya kelak ketika kita dituntut untuk berubah, kita tidak kaget lagi dan tidak perlu untuk sampai saling menyalahkan,” demikian Riri Damayanti. [Medi Muamar]