Pedomanbengkulu.com, Bengkulu — Seorang pelajar inisial A (18) Warga Kecamatan Selebar Kota Bengkulu harus berurusan dengan hukum setelah ditangkap Satuan Anggota Reserse (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Selebar Kota Bengkulu, Rabu (27/2/ 2019) sekira 13.00 WIB.

A ditangkap polisi berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B 252/II/2019/BENGKULU/RES BENGKULU/ SEK SELEBAR tanggal 27 Februari 2019, karena diduga A, telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap seorang pelajar inisial L (15) warga Kota Bengkulu yang masih di bawah umur dan diduga korban merupakan pacar dari terduga pelaku.

Informasi didapat aksi dugaan tindak pidana tersebut dilakukan oleh terduga pelaku di kawasan Gading And STQ Jalan Raden Fatah Kelurahan Pagar Dewa  Kecamatan Selebar Kota Bengkulu pada Rabu tanggal 27 Februari 2019 sekira pukul 01.00 WIB.

Dalam aksinya, terduga pelaku tersebut mencium dan meraba yang kemudian menyetubuhi korban dengan berhubungan layaknya suami istri dengan memberikan janji manis yaitu akan bertanggung jawab jika korban hamil.

Lantaran diduga orang tua korban tidak terima dengan perbuatan terduga pelaku kepada putrinya, kemudian orang tua korban mendatangi Mapolsek Selebar Kota Bengkulu untuk melaporkan dugaan tindak pidana persetubuhan tersebut.

Kapolsek Selebar, AKP. Margopo, melalui Kanit Reskrim, Ipda Ahyar saat dikonfirmasi, Kamis (28/2/2019) membenarkan terkait adanya laporan dugaan tindak pidana persetubuhan yang dilaporkan ke Mapolsek Selebar Kota Bengkulu.

Kemudian, setelah mendapatkan laporan dari orang tua korban, Anggota Reskrim Polsek Selebar langsung melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.

“Orang tua korban mendatangi Polsek Selebar melaporkan A yang telah melakukan tindakan pencabulan terhadap korban yang masih bawah umur. Untuk tersangka  A saat ini sudah kita amankan. Kita sedang meminta keterangan saksi-saksi,” ujar Kanit.

Modus yang dilakukan tersangka, kata Kanit, yaitu dengan mengajak korban menjalih hubungan yakni berpacaran. Setelah korban berhasil dipacari tersangka, kemudian tersangka tersebut mengajak korban berhubngan layaknya suami istri.

“Setelah korban dipacari, tersangka mengajak korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri dengan janji akan bertanggung jawab jika korban hamil,” terang Kanit

Atas perbuatanya terduga pelaku disangkakan pasal 81 dan 82 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. [Ardiyanto]