PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Caleg DPRD Provinsi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Kota Bengkulu nomor urut 4 (empat), Yuan Degama, menegaskan komitmennya untuk merancang regulasi kemandirian ekonomi daerah.

Ia menjelaskan, visi ini ia rumuskan untuk meningkatkan produktifitas ekonomi rakyat yang memiliki daya saing tinggi sehingga mampu menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) maupun tantangan ekonomi global.

“Regulasinya tentu dalam bentuk Peraturan Daerah. Regulasi ini kita rancang untuk memperkuat Peraturan-peraturan Daerah yang sudah ada sehingga dalam MEA kita tidak jadi penonton, melainkan menjadi pelaku aktif yang unggul dalam banyak hal,” kata Yuan Degama kepada jurnalis, Kamis (7/2/2019).

Kemandirian ekonomi daerah tersebut, Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Bengkulu ini melanjutkan, dirumuskan untuk mencapai beberapa hal.

“Tujuannya nanti untuk mendorong pembangunan kawasan industri, kawasan bisnis dan kawasan agrowisata yang terintegrasi dengan ruang sumberdaya Bengkulu dalam rangka menghadapi pasar ekonomi ASEAN,” ungkap Yuan.

Bendahara Perbakin Bengkulu ini mengungkapkan, salah satu strategi yang telah ia rumuskan dan akan ia kawal ketika diberikan amanah sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu adalah mendorong pembangunan pengelolaan energi dan sumber daya alam berbasis ekologi dan sosial yang sesuai dengan potensi Bengkulu.

“Satu contoh bisnis gula aren. Ini potensi pasar kita terbuka untuk negara-negara ASEAN. Di Jepang gula aren ini sangat diminati. Ini baru dari satu jenis, tentu produk-produk lain akan kita dorong agar memiliki nilai ekspor yang tinggi,” ujar Yuan Degama.

Wakil Ketua Persatuan Binaraga Angkat Besi Provinsi Bengkulu ini menambahkan, para pengusaha Bengkulu mesti mendapatkan penghasilan besar dari kegiatan ekspor dan didorong untuk dapat menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

“Ini akan secara otomatis membantu pemerintah meningkatkan neraca perdagangan serta meningkatkan nilai rupiah yang saat ini tengah terdepresiasi. Saya optimis ketika diperjuangkan, regulasi kemandirian ekonomi daerah akan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah,” demikian Yuan Degama. [Medi]