PedomanBengkulu.com, Seluma – Nasib naas yang dialami Bambang Sumanto (37) warga kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Seluma Selatan. Pasalnya ia harus merelakan motor miliknya jenis Honda Scoopy dengan nopol BD 2330 PP yang dicuri saat ia mengerjakan proyek rangka baja di Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Senin (25/2/19).

 Kejadian berawal saat Bambang hendak memasang atap rangka baja rumah milik Armen. Bambang dihampiri oleh dua orang tak dikenal berpakaian rapi dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat, keduanya yang merupakan pelaku tersebut mendatangi Bambang dengan berdalih modus menyampaikan pesan dari pemilik rumah untuk segera memasang plafon. Dengan modus itu, kedua pelaku juga menawarkan pekerjaaan berupa pemasangan atap rangka baja di Desa Niur Kecamatan Sukaraja.

Bambang yang sudah percaya dengan kedua  pelaku  langsung ikut para pelaku menuju ke salah satu proyek pemasangan atap rangka baja yang dimagsud oleh pelaku. Untuk melancarkan aksinya, rekan pelaku yang juga berada di lokasi, sengaja ditinggal guna memperdaya rekan kerja korban. Sesampainya di Desa Niur, pelaku langsung menunjukkan sebuah bangunan yang hanya bangunan berupa pondasi saja.

Saat itu pelaku langsung menurunkan korban di pinggir jalan. Pelaku berdalih sedang menerima telepon dari pemilik rumah yang tidak lain adalah teman si pelaku dengan pura – pura sebagai pemilik rumah yang akan dipasang atap rangka baja. Dengan cepat, pelaku langsung meninggalkan korban begitu saja dengan motor korban yang berada di rumah milik Armen.

Setelah beberapa saat, korban baru sadar bahwa dirinya sudah dihipnotis oleh pelaku dengan berdalih pemasangan atap rangka baja di Desa Niur. Selanjutnya, korban langsung kembali ke rumah milik Armen, setibanya di sana ia mendapati motor miliknya sudah raib dilarikan kedua orang tidak dikenal tersebut.

Mendapati sepeda motornya dibawa kabur, Bambang melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sukaraja.

“Sebelumnya korban dan rekannya itu lagi memasang rangka baja di Desa Cahaya Negeri, namun datang dua orang bermodus menawarkan pekerjaan yang sama cuma beda tempat saja. Sedangkan rekan korban yang ditinggal bersama rekan pelaku juga menghipnotis si Joko. Joko yang terpedaya oleh pembicaraan pelaku menyerahkan kunci motor milik Bambang yang berada yang digantung di atas kayu. Dari tindakan kedua pelaku tersebut merupakan curamor dengan cara menghipnotis korban, sedangkan kasus ini dalam penyidikan, termasuk pengumpulan gambar rekaman cctv yang berada di sekitar jalan raya”. Jelas Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertadhana melalui Kapolsek Sukaraja Iptu Noviaskha, Senin (25/2/2019).

Lanjutnya, bahwa kasus curanmor dengan modus hipnotis sudah banyak dilakukan dengan cara yang sama, untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar selalu waspada dan tidak mudah terpedaya oleh orang yang tidak dikenal.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai 12 juta rupiah, serta motor tersebut dalam satu bulan lagi lunas pembayarannya.[Wahyu]