PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Guna mengantisipasi terjadinya kelonjakan harga pada saat pelaksanaan bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah (H) yang pelaksanaannya sudah di depan mata, Pemerintah Daerah Rejang Lebong melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Rejang Lebong bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Instansi Vertikal, Kamis (21/3) menggelar rapat. Hasilnya, operasi pasar tampaknya tetap menjadi solusi terbaik guna menjaga stabilitas sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat jelang pelaksanaan Ramadhan 1440 H hingga usai pelaksanaan Idul Fitri 1440 H mendatang.

“Saya minta agar Kepala Pasar beserta tim harus benar benar maksimal dan rutin melakukan survey harga – harga kebutuhan pokok di pasar. Sehingga, stabilitas harga tetap terus terpantau dengan baik. Jika nantinya ternyata ada kelonjakan harga pasar, maka Pemerintah dan Instansi terkait sudah menyepakati untuk segera melakukan operasi pasar untuk kembali menstabilkan harga,” ujar Asisten II Setdakab Rejang Lebong, Drs Zulkarnain usai memimpin rapat TPID di Kantor Pememerintah Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (21/3).

Selain itu, sambung Zulkarnain, dalam kesempatan yang sama, TPID juga membahas sejumlah solusi dalam menangani tingginya angka Inflasi Daerah. Pasalnya, Kabupaten Rejang Lebong merupakan salah satu daerah penyumbang terbesar angka Inflasi Provinsi Bengkulu yang saat ini mencapai angka 2,35 persen.

“Salah satunya yaitu di sektor pertanian. Sejumlah hal yang harus segera dibenahi yaitu pola tanam para petani sehingga stabilitas harga jual hasil bumi seperti sayur mayur dan lain lain tetap stabil. Dengan begitu, tidak akan terjadi kelonjakan angka inflasi,” ujarnya.

Disisi lain, sambung mantan Kabag Umum Setdakab Rejang Lebong ini, BUMDes yang saat ini tersebar di seluruh Desa yang ada di Rejang Lebong juga diyakini bisa menjadi solusi ampuh untuk menurunkan angka inflasi. “Pemberdayaan BUMDes dalam pengelolaan hasil bumi yang dihasilkan petani bisa menjadi senjata ampuh untuk menurunkan angka inflasi. Untuk itu, tadi kita juga meminta kepada Dinas PMD Rejang Lebong untuk mengkoordinir Desa desa yang ada untuk melakukan hal ini dengan lebih maksimal lagi,” tutupnya. [Ifan]