PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Tanggal 17 Maret 2019 lusa menjadi hari spesial bagi Kota Bengkulu. Pada hari tersebut, ibu kota Provinsi Bengkulu ini merayakan hari jadinya ke-300. Usai yang cukup dewasa untuk menyambut masyarakat yang religius dan bahagia.

Anggota Komite I DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief menyampaikan ucapan selamat kepada Kota Bengkulu ke-300. Ia mengaku bangga menjadi warga tempat Bung Karno pernah diasingkan ini.

“Harapan saya ke depan terhadap Kota Bengkulu adalah bagaimana rasa cinta dan bangga warga Bengkulu terhadap kotanya terus tumbuh bersama pembangunan demi pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bengkulu,” kata Riri Damayanti kepada media, Jumat (15/3/2019).

Alumni SMA Negeri 6 Kota Bengkulu ini mengatakan, ketimbang di daerah-daerah lain, ia banyak menjalani kehidupannya di Kota Bengkulu.

“Saya bersekolah, bergaul, makan, minum dan menikmati banyak hal di Kota Bengkulu. Sudah menjadi tugas kita bersama untuk membangun kota ini dengan semarak,” ujar Riri Damayanti.

Alumni SMP Negeri 1 Kota Bengkulu ini juga berharap pada usianya yang ke-300, Kota Bengkulu dapat terus mencetak kemajuan demi kemajuan hingga menjadi kota yang hebat diantara kota-kota se-Indonesia.

“300 bukan lagi usia muda. Sudah harus menjadi kota yang layak dihuni oleh semua orang. Semangat pembangunan harus terus digalakkan dan mudah-mudahan Kota Bengkulu mampu untuk melewati setiap tantangan dan berbagai permasalahan perkotaan,” ungkap Riri Damayanti.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menambahkan, Bengkulu memiliki kekayaan sejarah yang tiada banding di Sumatera.

“Kejayaan Bengkulu di masa lampau bisa menjadi motivasi bagi kita untuk melangkah maju ke depan. Saya selaku anggota DPD RI siap untuk terus memberikan kontribusi dan sumbangsih. Semoga Bengkulu bisa menjadi kota yang hebat,” tutup Riri Damayanti.

Bengkulu merupakan satu-satunya kota di Sumatera yang pernah dikuasai Inggris sebelum diserahkan kepada Belanda. Bengkulu merupakan tanah kelahiran ibu negara pertama Indonesia, Fatmawati.

Memiliki luas wilayah 144,52 km² dengan ketinggian rata-rata kurang dari 500 meter Kota Bengkulu memiliki letak yang strategis karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Seluruh kawasan Bengkulu tak ada yang terlalu jauh dari bibir pantai.

Awal mula, Undang-Undang Darurat Nomor 6 Tahun 1956 menyebut Bengkulu sebagai Kota Kecil dengan luas 17,6 km² sebagai bagian dalam provinsi Sumatera Selatan. Nama itu kemudian diubah menjadi Kotamadya berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 tentang pokok-pokok pemerintah daerah. [Eva De]