Pedomanbengkulu.com,Bengkulu- Fokus dalam membangun Bengkulu, Kementrian Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) salurkan bantuan dana infrastruktur ke Bengkulu.

Dalam membangun Daerah tertinggal dan transmigrasi di Provinsi Bengkulu, kementrian PDTT salurkan dana pembangunan untuk menunjang Infrastruktur di setiap daerah Kabupaten selingkup Provinsi Bengkulu.

Dikatakan oleh Mentri PDTT, Eko Putra Sandjojo bahwa hadirnya ke Bengkulu adalah sebagai bukti nyata kementrian PDTT membangun daerah terpencil yang masih banyak memerlukan pembangunan infrastruktur yang layak.

“Saya udah tiga hari di Bengkulu dan selama itu pula saya sudah melihat beberapa daerah serta membantu menyalurkan dana dari kementerian PDTT untuk membangun infrastruktur yang layak,” ujar Mentri PDTT Eko Putra Sandjojo saat ditemui dalam acara dialog Interaktif di Bencoolen Indah Mall, Jumat (15/3/2019)

Salah satu kabupaten yang sudah mendapat bantuan dari kementrian PDTT adalah kabupaten Kepahiang yang mana bantuan dana tersebut akan alokasikan untuk membangun semua infrastruktur yang diperlukan di Kabupaten Kepahiang.

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa beberapa hari kedepan pihaknya juga akan mengunjungi Kabupaten Bengkulu utara dengan ditemani menteri PUPR dan Pertanian dalam rangka merealisasikan kesepakatan pertemuan antara Bupati dan para mentri dalam menjalin kerjasama.

“Besok kita akan ke kabupaten Bengkulu Utara ditemani menteri PUPR dan Pertanian untuk merealisasikan kesepakatan pertemuan antara Bupati dan Para Mentri,” Imbuh Eko.

Menurutnya, target kedepan untuk meningkatkan pembangunan di Bengkulu ini adalah pihaknya dan pemerintah Daerah akan berjuang untuk merebut infrastruktur sebanyak-banyaknya ke Bengkulu, karena tanpa Infrastruktur Bengkulu akan sulit untuk membangun dan bengkulu akan stag di rangking ke 9 dari 10 Provinsi se Sumatera.

“Untuk meningkatkan pembangunan di Bengkulu, kita akan berjuang bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk merebut infrastruktur sebanyak-banyaknya karna akan sulit membangun Bengkulu tanpa adanya Infrastruktur yang memadai,” pungkas Eko. [Asep Setiawan]