SELURUH media massa secara antusias melansir perayaan tiga abad atau 300 tahun hari jadi Kota Bengkulu. Berbagai kegiatan rutin digelar untuk memperingati hari jadi tersebut.

Satu langkah baru yang diambil oleh Pemerintah Kota Bengkulu pada usianya yang ke-300 adalah digelarnya Jambore 300 Ribu Pemuda Hijrah. Sebuah usaha besar untuk menjadikan kota yang lahir pada 17 Maret 1719 ini menjadi kota yang religius.

Sejak lima tahun terakhir, gebrakan demi gebrakan dalam membangun Kota Bengkulu tak henti-hentinya dicetuskan oleh Sang Muazin Sosial, Walikota Bengkulu H Helmi Hasan. Bersama wakilnya yang baru, Dedy Wahyudi, kepemimpinan Helmi lebih berwarna.

Dalam 100 Hari Kerja, Helmi-Dedy telah meluncurkan berbagai program menarik seperti merelakan mobil dinasnya dipakai oleh warga untuk pesta pernikahan dan penggunaan Balai Kota Bengkulu untuk pengantin baru berbulan madu.

Helmi-Dedy juga meluncurkan program Monitoring Center untuk memantau seluruh aktifitas warga Kota Bengkulu dengan CCTV, wifi gratis di beberapa wilayah, pembangunan taman kota, pengembangan pusat kuliner, pengembangan Rumah Sakit Harapan dan Hidayah (RSHD), pembangunan Klinik Pratama di Jakarta, pendirian Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Fadhilah, menghidupkan seluruh lampu jalan yang mati, mencegah kebocoran PAD dan berbagai program visioner lainnya.

Sebelumnya, ribuan ruas jalan kota telah tuntas dibangun termasuk jembatan, trotoar dan drainase. Lalu ada Taman Smart City, Komplek Perkantoran Bentiring, Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake), penggelontoran beasiswa pendidikan secara masif, Jemput Sakit Pulang Sehat (JSPS), sambungan PDAM gratis untuk warga miskin, mendongkrak upah tenaga kontrak, pembangunan lapangan basket untuk para pemuda produktif, upaya-upaya memakmurkan rumah ibadah dan segudang program lainnya.

Pada tahun 2020 mendatang, Helmi-Dedy telah mencanangkan sejumlah program prioritas diantaranya peningkatan infrastruktur perkotaan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, peningkatan ruang terbuka hijau dan non hijau, peningkatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan peningkatan sumber daya manusia Pemerintah Kota Bengkulu.

Satu hal baru yang belum pernah ada di dunia, Walikota H Helmi Hasan menargetkan berdirinya universitas yang memiliki Jurusan Manajemen Rumah Ibadah. Sebuah upaya penting agar usaha memakmurkan rumah-rumah ibadah di seluruh Bengkulu ditopang oleh tenaga terpelajar yang akan menjadi pelopor dalam mewujudkan Bengkulu religius.

Setelah tiga abad, Bengkulu benar-benar bergerak menuju kota yang bahagia dan religius. Namun bukan tanpa tantangan. Persoalan sampah, urbanisasi, penataan pasar, kecilnya pendanaan pembangunan, harmonisasi antar pemerintahan daerah di Bengkulu serta masalah-masalah lainnya masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Bengkulu yang mesti diselesaikan dengan kekompakkan oleh semua pihak dan seluruh elemen warga masyarakat.

Kota Bengkulu dapat berbangga memiliki kepimpinan yang sensitif, peka dan peduli terhadap setiap aspirasi warganya. Namun rasa bangga itu seharusnya tercermin dalam bentuk dukungan menyingkirkan segenap rintangan yang menghalangi usaha untuk mewujudkan setiap program-program yang akan dilaksanakan.

Warga Kota Bengkulu mesti teroganisir dengan baik agar dapat dirangkul oleh pemerintah dalam mencapai kepentingan bersama untuk memperbaiki setiap kondisi hidup dan melewati semua aral yang merintangi pembangunan. Ketika pemerintah dan warga kota dapat bergandengan tangan, niscaya akan lahir banyak daya cipta untuk mengatasi setiap persoalan dan hambatan.

Dengan begitu, warga kota bukan hanya bisa menyumbangkan idenya untuk kemajuan Bengkulu, namun yang jauh lebih mendasar, dapat turut serta mendorong terciptanya Kota Bengkulu yang bahagia dan religius dalam setiap sendi-sendi kehidupan nan nyata dan abadi yang akan dinikmati dari generasi ke generasi.