PedomanBengkulu.com, Seluma – Minimnya informasi yang diketahui oleh masyarakat awam mengenai peminjaman atau pembiayaan melalui jasa leasing, disamping itu juga membuat pihak leasing sudah merugikan debitur akibat kemacetan.

Disamping itu, dalam gelaran sosialisasi yang berada di Hotel Arnanda, Kecamatan Seluma Kota Kabupaten Seluma pada Jumat (8/ 3/2019). Kegiatan sosialisasi tersebut guna memberikan wadah informasi kepada masyarakat terkait pelayanan pendaftaran Fiducia yang digelar Departemen Hukum dan HAM provinsi Bengkulu.

“Undang-Undang No 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia memberikan jaminan kepada debitur dan kreditur (leasing) dalam penarikan kendaraan yang mengalami kredit macet. Tanpa adanya sertifikat fiducia yang falid debt collector tidak boleh melakukan pengambilan, terutama perampasan di jalan yang marak terjadi, dan dapat berpotensi menimbulkan tindak pidana.” ujar Suriyanti SH. MH selaku Kepala Bidang Layanan Hukum Departemen Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu.

Lanjutnya, bahwa fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan sebuah benda bergerak yang hak kepemilikannya masih dalam kekuasaan pemilik benda tersebut.

“Saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui fidusia tersebut, sehingga kerap kali masyarakat dirugikan oleh debt collector tersebut. Dan pihak leasing wajib memberitahukan kepada debitur terlebih dahulu pemahaman mengenai fiducia, agar masyarakat yang ingin meminjam biaya dapat merasa tenang, bisa saja pihak leasing merampas kendaraan ditengah akibat tunggakan, lalu memperkarakan permasalahan tersebut ke pihak yang bersangkutan,” tambah Suriyanti.

Dijelaskan, pihak leasing wajib menjelaskan tentang fiducia dan pihak debt colector tidak boleh sembarangan menyita maupun merampas kendaraan konsumen.

“Dengan adanya UU berupa jaminan fidusia tersebut, diharapkan dapat memberikan kepastian hukum kepada debitur dan kreditur, ditambah dengan adanya sertifikat jaminan fidusia tersebut,” jelas Suriyanti. [Wahyu]