Foto bersama usai Dialog Partisipasi Keterlibatan Organisasi Peduli Perempuan dan Anak Provinsi Bengkulu dalam mendorong pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual di Gedung Pola Pemda Provinsi Bengkulu, Jumat (8/3/2019).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Forum Komunikasi Wilayah Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forkomwil Puspa) mengadakan Dialog Partisipasi Keterlibatan Organisasi Peduli Perempuan dan Anak Provinsi Bengkulu dalam mendorong pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) penghapusan kekerasan seksual, Jumat (8/3/2019).

Acara dialog partisipasi serta penandatanagan dukungan pengesahan Rancangan Undang-undang ini diselenggarakan di Gedung Pola Pemda Provinsi Bengkulu.

Acara ini juga dihadiri oleh Sekda Provinsi, MUI, Ketua Forkomwil Puspa, Yayasan PUPA, WWC Bengkulu, Kepala Dinas P3AP2KB, Akademisi Universitas Bengkulu, serta para narasumber.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Komnas Perempuan dalam Catatan Akhir Tahun 2016-2017 cukup besar yang terjadi dalam 3 ranah yaitu privat, publik dan negara, maka banyak masyarakat mendesak agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan, sebab korban kekerasan seksual tak memandang umur, latar belakang pendidikan, ekonomi, maupun strata sosial.

Ketua Forkomwil Puspa Asmeri Yosita menjelaskan pengertian dan tujuan dari Forkomwil puspa dalam sambutannya.

“Forkomwil Puspa adalah organisasi yang dibentuk oleh kementrian pemberdayaan perempuan perlindungan anak dimana integrasi peran antara PPA, pemerintah daerah, lembaga masyarakat, media dan dunia usaha,” jelas Asmeri Yosita.

Dalam prosesnya Forkomwil Puspa diharapkan bisa membantu pemecahan masalah dengan menjalin sinergi dalam mnggrakkan mobilitas potensi masyarkat untuk memperkuat peran sebagai sumber daya sehingga solusi penyelesaian masalah lebih efektif, hingga hasil akhir yang didapat untuk penurunan masalah pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta mampu meningkatkan kualitas perempuan dan anak.

“Maka dari itu Forkomwil Puspa mengajak untuk menyamakan persepsi dan dukungan agar RUU penghapusan kekerasan seksual ini segera disahkan,” tutup Asmeri Yosita.

Nopian Andusti selaku Sekda Provinsi sangat mendukung partisipasi yang dilakukan Forkomwil Puspa.

“Bertepatan dengan momentum Hari Perempuan Internasioanal atas nama segenap Pemerintah Bengkulu, inilah wujud dukungan untuk mendorong percepatan pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual terhadap perempuan agar segera terwujud, sehingga perlindungan keselamatan perempuan dan anak semakin kuat dimasa yang akan datang,” pungkas Nopian.

Acara ini diakhiri dengan Foto bersama dan penandatangan dukungan pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual terhadap perempuan yang dilakukan oleh Sekda Provinsi, Ketua Forkomwil Puspa, dan MUI Bengkulu. [Tri Purnama Sari]