IST/Ita Jamil

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra, mengaku belum mengetahui secara persis permasalahan Laporan Harta Kekayaan secara elektronik (e-LHKPN) tiga calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) daerah pemilihan Bengkulu diantaranya Emilia Puspita, Fatrolazi dan Abdul Rauf Tika yang diklarifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Irwan Saputra saat dikonfirmasi, Jumat (22/3/2019), mengatakan Bimtek tersebut dilakukan oleh KPK yaitu tentang penyampaian LHKPN dan semua calon DPD dan Partai Politik (Parpol) diundang. KPU juga mengatakan pihaknya tidak tahu secara detail apakah ada permasalahan terkait LKHPN ketiga calon tersebut atau tidak.

“Secara detil saya tidak mengetahui, karena pemeriksaannya dilakukan oleh KPK, namun memang ada yang perlu diklarifikasi oleh tim dari KPK terkait LHKPN 3 calon tersebut, kebetulan 3 calon tersebut tidak hadir dalam Bimtek kemaren. Saya belum cek ke sekretariat ada pemberitahuan atau tidak,” ujar Irwan.

Sementara, Emilia Puspita, Calon DPD Dapil Bengkulu, saat dikonfirmasi soal LKHPN tersebut mengatakan LKHPN itu tidak ada yang bermasalah, memang pihaknya belum menyampaikan LKHPN. Karena LKHPN tersebut dikumpul pada tiga hari sebelum pelantikan DPD terpilih.

“Jadi bukan bermasalah, memang belum ngumpul. Kemaren saya ada lagi ada kegiatan di Bengkulu Tengah dan kita tidak bisa hadir, kita juga sudah menginfokan kepada KPU bahwa saya tidak bisa hadir karena saya ada kegiatan di Kabupaten dan Liaison officer (LO) saya juga lagi survei jadi memang tidak ada yang bisa mewakili. KPU juga bilang siapa saja yang bisa mewakili tapi karena kemaren gak sempat hadir dan sudah di infokan kalo tidak bisa hadir,” kata perempuan yang akrab disapa Ita Jamil itu. [Ardiyanto]