PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Dukungan pemerintah terasa kian nyata dalam memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya. Hal ini dibuktikan dengan pemberian jaminan sosial kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah berkomitmen memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakatnya yang dirasa kurang mampu. Kemudahan inilah yang juga dinikmati oleh Sauna (88), seorang peserta JKN-KIS yang tergabung dalam kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan melalui APBN. Wanita yang sudah berusia senja ini mengakui bahwa dia sangat bersyukur kepada Pemerintah yang masih peduli terhadap kesehatan dirinya dan keluarganya.

“Saya bersyukur sekali sudah didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS yang kata anak saya gratis. Kemarin waktu dokter bilang harus dioperasi saya sudah takut tidak ada biayanya. Uangnya dari mana, pasti mahal. Saya bilang, sudah nggak usah dioperasi saja, daripada uangnya harus utang kemana-mana. Tapi anak saya bilang kami sekeluarga dapat bantuan dari Pemerintah. Didaftarkan jadi Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Rasanya langsung lega seketika,” tuturnya ketika ditemui saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (21/03).

Sauna mengakui bahwa dia harus mendapatkan tindakan bedah untuk mengeluarkan batu empedu dari tubuhnya. Menurut dokter, batu empedu sudah lama bersarang di badan Sauna, ukurannya pun sudah lumayan besar. Meski demikian, Sauna tidak mengindahkan rasa sakit yang terkadang muncul lalu hilang. Barulah beberapa hari kemudian, ketika sakitnya datang terus menerus, ia berinisiatif memeriksakan diri ke Puskesmas Simpang Nangka. Usai diperiksa, ia pun segera dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Sepanjang menjalani perawatan, Sauna mengungkapkan bahwa ia tidak menemukan kesulitan yang berarti.

“Tidak susah sama sekali mengurusnya. Setelah dari Puskesmas Simpang Nangka, kita langsung ke RSUD Curup. Kita datang mereka sudah siapkan semua keperluannya. Tidak berapa lama urus administrasi, langsung dibawa masuk ke ruang perawatan. Kemarin operasinya tidak langsung di hari itu, harus menunggu dulu kondisi saya stabil. Kalau semua alurnya diikutin, tidak susah kok. Malah saya dibantu sama mbak-mbak perawatnya,” ucapnya.[Rls]