Pedomanbengkulu.com, Bengkulu — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu sudah menerima berkas perkara P 19 dari penyidik Polda Bengkulu

terkait kasus dugaan penggelapan dan pemalsuan terhadap Hak Guna Usaha (HGU) Nomor 19 milik PT Suminar Agung dengan tersangka RI selaku manajer PT Suminar Agung.

JPU Kejati Andi Henrajaya, Jumat, (15/3/2019) mengatakan pihaknya akan mempelajari berkas tersebut apakah permintaan yang disampaikan sebelumnya telah dipenuhi. Apabila masih ada permintaan JPU yang kurang maka berkas tersebut akan dikembalikan, namun apabila berkas sudah lengkap, maka JPU akan membuatkan P21 yang mana tersangka dan barang bukti wajib diserahkan ke JPU.

“Jika nanti sudah P21 sudah lengkap kita siap menyidangkan kasus ini ke Pengadilan. Tapi berkas yang disampaikan tadi saya lihat ada beberapa saksi penting yang keterangannya tidak dicantumkan tapi kita pelajari dulu dan apabila kurang kita kembalikan untuk dilengkapi seperti yang kita minta,” terang Andi.

Diketahui sebelumnya, dalam kasus ini, pada 1 Februari 2019 penyidik Polda Bengkulu telah menetapkan satu orang tersangka inisial RI yang merupakan manajer peternakan PT. Suminar Agung. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, RI kemudian ditahan oleh penyidik di  Mapolda Bengkulu. Setelah itu, pihak keluarga RI meminta pengajuan penangguhan penahanan terhadap mantan Manager Peternakan PT Suminar Anggun tersebut. Berdasarkan keterangan kuasa hukum tersangka yaitu Made Sukiade penangguhan penahanan tersebut di terima oleh penyidik dengan alasan tersangka sakit.

Data terhimpun, diduga dalam kasus jual beli lahan HGU seluas 92 hektare di Desa Ujung Karang Kecamatan Karang Tinggi Bengkulu Tengah didga ada pihak penjual dan juga pihak pembeli. Dari data yang berhasil dihimpun, yang membeli adalah AF selaku Direktur PT AS. Serta ada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang diduga mengesahkan jual beli tersebut. Karena lahan yang dijual itu adalah sertifikat HGU. [Ardiyanto]