PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek melakukan kunjungan kerja Ke Kabupaten Rejang Lebong, kunjungan ini guna berdialog bersama Kader Kesehatan 211 (2 Kader 1 Program 1 Dusun), bertempat di Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong, Kamis (14/3/2019).

Menteri Kesehatan pun mengapresiasi program ini, menurutnya kesehatan merupakan hal yang fundamental, sehingga peranan Kader Kesehatan sangat dibutuhkan. Saat ini di Kabupaten Rejang Lebong memiliki 18 Ribu Kader Kesehatan di setiap Kecamatannya.

“Hebat sekali ya artinya menggerakan masa itu tidak mudah dan ini menggerakan massa untuk kemaslahatan masyarakat, saya kira ini perbuatan yang sangat terpuji,” jelas Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Nopian Andusti yang juga turut hadir mengapresiasi Kabupaten Rejang Lebong, menurutnya ini merupakan suatu bentuk perhatian dari pemerintah daerah khususnya dalam bidang kesehatan dan dapat dicontoh daerah – daerah lain.

“Luar bisa tadi kita lihat ada Kader Kesehatan 211 yang sudah mencapai 18 ribu di Kabupaten Rejang Lebong, itu sesuatu yang luar biasa dalam rangka kita memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap pentingnya kesehatan,” jelas Nopian Andusti.

Ia pun berharap kunjungan Menkes ke Provinsi Bengkulu dan melihat secara langsung kondisi Bengkulu dapat memberikan dukungan baik dalam bentuk dana DAK, Dekonsentrasi, maupun bantuan kepada Provinsi Bengkulu.

“Mudah – mudahan dukungan dari Pemerintah Pusat khususnya dari kementerian kesehatan akan bertambah dan kesehatan di Provinsi Bengkulu akan semakin baik di masa yang akan datang,” harap Nopian.

Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi menjelaskan memiliki program untuk menyekolahkan putra – putri Rejang Lebong ke sekolah kedokteran dan akan dibiayai oleh pemerintah.

“Sekarang sudah 16 orang kita kuliahkan dan 4 orang tahun ini masuk coas/dokter muda, kita akan targetkan 20 anak Rejang Lebong yang akan kuliah kedokteran untuk membangun Rejang Lebong dan mengisi rumah sakit yang kita punya ini,” jelas Ahmad Hijazi.

Selain itu juga dilakukan Launching Aplikasi Program Kesehatan serta peresmian Gedung Public Safety Center (PSC 119) yang merupakan unit reaksi cepat dalam menangani kasus kesehatan yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menkes. [Tri Purnama Sari/Advetorial]