Kajari Bengkulu, Emilwan Ridwan

Pedomanbengkulu.com, Bengkulu — Setelah Kepolisian Resort (Polres) Kota Bengkulu menggelar rekontruksi dugaan pembunuhan Erni warga Kelurahan Tanjung Agung Kota Bengkulu dengan jumlah 30 adengan yang diperankan RM tersangka pembunuhan yang tak lain merupakan suami korban sendiri.

Terkait kasus ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Emilwan Ridwan, Kamis mengatakan pihaknya sudah enerima pemberitahuan dimulainya penyidikan perkara tersebut.

Kejari juga sudah menunjuk dua jaksa senior yang berpengalaman sebajai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara yang menarik perhatian masyarakat tersebut, dan sudah mengikuti kegiatan rekontruksi.

“Yang pasti perbuatan ini sangat tidak manusiawi dan tidak berkemanusiaan. Katena tahapannya masih proses penyidikan kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian melakukan pemberkasan dan diharapkan dapat segera dilimpahkan untuk kita proses ke persidangan,” ujar Emilwan.

Dikatakan Emilwan, penerapan pasal yang dilakukan penyidik atau pihak kepolisian cukup tepat, tidak hanya menerapkan Undang-Undang KDRT saja tetapi juga KUHP.

“Saya lihat diterapkan pasal 338 dan 340 yang menurut kami cukup tepat menerapkan, karena kalau memang melihat dari rekontruksinya sangat cukup berat juga, konsekuensi akibatnya cukup luar biasa, kalau saya lihat tidak berkemanusiaan. Ini sangat menjadi atensi pimpinan di Kejaksaan Tinggi dalam perkara tersebut karena mendapat sorotan dari media baik dari dalam maupun luar Bengkulu,” kata Emilwan.

Diketahui pihak kepolisian dalam kasus seperti yang dikatakan Kasat Reskrim AKP Indramawan saat rekontruksi menerapkan pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP subsider 356 KUHP dan sebsider pasal 44 KUHP tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). [Ardiyanto]