Ustaz Saeed Kamyabi

PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Program pembinaan mental dengan itikaf selama tiga hari di masjid oleh Pemerintah Kota Bengkulu masih terus berlangsung.

Saat ini, program tersebut diikuti oleh enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Dinas Sosial (Dinsos), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), dan Kecamatan Sungai Serut.

“Penduduknya ingin bahagia dan religius, kotanya ingin jadi Kota Hidayah. Jalannya hanya jalan agama,” kata inisiator Gerakan Memakmurkan Satu Juta Masjid di Indonesia (Gemasajid), Ustaz Saeed Kamyabi, yang menjadi pimpinan dalam iktikaf ini, Rabu (6/3/2019).

Iktikaf ini digelar di Masjid Babul Jannah Kota Bani, Air Muring, Putri Hijau, Bengkulu Utara.

“Enam OPD ini dilatih untuk sempurnakan amal agama, yakni iman, ibadah, muamalat, muasyarah, akhlak. Selama tiga hari,” ungkap pria yang telah melakukan studi banding lebih dari 1.000 masjid di hampir 20 negara tersebut.

Nama Ustaz Saeed Kamyabi mungkin masih terdengar asing bagi warga Bengkulu.

Ustaz Saeed merupakan orang yang bersama Walikota Bengkulu H Helmi Hasan empat bulan lamanya ketika masa kampanye Pemilihan Walikota (Pilwakot) 2018 kemarin.

Saat itu, Ustaz Saeed Kamyabi mengajak Walikota Bengkulu ke Cambodia, berkampanye di langit agar menang di bumi.

Ustaz Saeed Kamyabi meyakini, kesejahteraan pasti bermula dari memakmurkan masjid.

Sebelumnya, Ustaz Saeed Kamyabi juga memimpin iktikaf yang dilakoni oleh para Kepala Camat se-Kota Bengkulu dengan materi utama muzakarah tentang teknik jitu memakmurkan masjid.

Ada delapan hal prinsip yang ia sampaikan dalam upaya untuk memakmurkan masjid yang diharapkan dapat dimanifestasikan di masjid se-Kota Bengkulu.

Pertama, tentang bagaimana 100 persen lelaki balig salat berjamaah lima waktu di masjid.

“Ini adalah medan kerja kita. Bikin batas wilayah kerja masjid,” kata Ustaz Saeed Kamyabi.

Kedua, lanjutnya, menghidupkan empat amal Masjid Nabawi selama 24 jam dalam sehari.

“Yakni dakwah ilallah, ta’lim wa ta’allum, zikir ibadah dan khidmat. Ini adalah standar amal masjid kita,” ungkap Ustaz Saeed.

Ketiga, ia melanjutkan, menghidupkan lima amal maqami.

“Yakni musyawarah harian, ta’lim harian, kunjungan harian, silaturahim mingguan dan nisob bulanan. Ini adalah tanda kehidupan jamaah masjid,” jelas Ustaz Saeed.

Keempat, melakukan pertukaran jamaah masjid antar kampung, kota, negara, hingga antar benua.

“Ini adalah pengamalan perintah ‘li ta’arafu’ saling kenal,” tukas Ustaz Saeed.

Kelima, menghidupkan ta’lim rumah sebagai usaha atas kaum perempuan.

Keenam, menghidupkan taman pendidikan Al-Qur’an di setiap masjid sebagai usaha atas anak dan remaja.

Ketujuh, menjaga hubungan dengan ulama dan umara atau pemimpin suatu kawasan.

“Kedelapan, menghadiri pertemuan mingguan untuk membawa diri ke dalam suasana iman,” demikian Ustaz Saeed. [Medi Muamar]