PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Wisata kuliner memang tidak pernah ada habisnya, sepanjang waktu kita selalu disuguhi dengan berbagai jenis rasa yang menggugah selera. Namun, tidak pas rasanya kalau anda belum mencicip kuliner mie yang satu ini, Mie Pangsit Karunia Curup namanya.

Terletak di Jalan Bali, Kota Bengkulu tepat di seberang Halte Bus Kampung Bali, Kedai Mie Pangsit Karunia Curup menawarkan keunggulan pada rasanya.

“Saya memang pecinta makanan, saya juga suka mie. Dulu, saya sering mengajak kawan-kawan dari Bengkulu ini untuk makan di Curup, setelah itu ternyata banyak kawan saya yang suka dengan mie di Curup, sayangnya jenis mie yang disuguhkan di Curup itu jarang ada di Kota Bengkulu. Berbekal niat dan peminat mie yang menurut saya tergolong banyak dari Kota Bengkulu, saya coba membuka tempat makan ini,” cerita Tommi Bollin selaku pemilik saat ditemui di Kedainya, Kamis (7/3/19).

Tommi mengungkapkan bahwa rasa oriental kedainya tergolong istimewa karena mie sebagai bahan dasarnya ia buat sendiri, sehingga dipastikan selalu fresh.

Dari segi rasa, penulis berkesempatan mencicipi langsung kuliner ini. Benar saja, berbeda dengan mie pangsit lainnya, daging ayam yang digunakan adalah daging ayam cincang yang mirip abon, namun dengan rasa bumbu yang lebih meresap, disertai acar, pangsit rebus dan pangsit goreng, tampilannya jelas sangat menggugah selera.

“Saya pikir masyarakat di sini memiliki selera yang berbeda, kita selalu sediakan mie dan daging cincang yang selalu segar sehingga rasanya benar-benar terjaga. Selain itu bagi pecinta pedas kami juga sediakan sambal rawit acar,” kata Tommi yang juga pecinta kuliner tersebut.

Jika ingin mencoba untuk menikmati Mie Pangsit Karunia Curup saat ini bisa langsung singgah di kedai pada kisaran waktu pukul 06.30WIB sampai pukul 18.00WIB. Selain menu mie pangsit yang dibandrol dengan harga Rp 13 ribuan, kedai ini juga menyajikan Tekwan, berbagai jenis minuman dan juga kopi khas Curup.

“Kita pagi-pagi sudah buka, targetnya mie kita ini untuk sarapan. Cobalah cicipi mie ayam kami, setelah dicoba barulah silahkan nilai sendiri, tentu setiap orang memiliki penilaian yang berbeda. Saya berharap setiap orang yang datang itu selalu puas,” tutup pria kelahiran Bengkulu tersebut dengan ramah.[Deni Dwi Cahya]