Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Lantaran dinilai tidak menghasilkan produk dalam pengusutan sejumlah tindak pidana korupsi (Tipikor) yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, Kejaksaan Negeri (Kejari) Curup, Senin (11/3) pukul 11.00 WIB didatangi sejumlah anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Belasan Warga yang mengatasnamakan LSM Pekat Bengkulu dan LSM Gasak Rejang Lebong tersebut mempertanyakan hasil dari upaya pengusutan yang dilakukan oleh Kejari Curup sejak beberapa tahun kebelakang.

“Jangan bersembunyi dibalik topeng TP4D yang akhirnya melemahkan Jaksa dalam hal penindakan terhadap para koruptor di Rejang Lebong ini,” ujar Ishak Burmansyah, Korlap Demo asal LSM Pekat saat menyampaikan orasi di depan kantor baru Kejari Curup.

Pantauan PedomanBengkulu.com, sebelum mendatangi Kantor Kejari Curup, belasan Warga LSM Pekat Bengkulu dan LSM Gasak Rejang Lebong tersebut juga memimpin puluhan nasabah KCP PT.POS Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) untuk melakukan aksi demo didepan Kantor POS Curup. Aksi demo di depan Kantor PT POS Curup itu di mulai sekitar pukul 09.30 WIB tetsebut.

Pendemo memulai aksi dengan berjalan kaki dari kawasan Tebing Benteng Curup melewati Bundaran Pasar Bang Mego Curup untuk kemudian menuju Kantor POS Curup. Massa tersebut menuntut pihak PT. POS mengembalikan penuh uang tabungan para nasabah yang menjadi korban penggelapan mantan Kepala Kantor POS PUT, Muhafril Asri beserta dua orang stafnya yang saat ini telah menjalani proses hukum. Usai melakukan aksi dikantor PT POS Curup, LSM Pekat beserta LSM Gasak kembali melanjutkan orasi di kantor Kejari Curup.

Usai melakukan orasi selama 15 menit, massa akhirnya diterima pihak Kejari Curup untuk dilakukan tanya jawab terkait pertanyaan serta tuntutan pelaku aksi. “Kami hanya ingin minta kejelasan saja terkait upaya pengusutan tipikor yang telah jaksa lakukan selama ini. Kenapa tidak ada penindakan sama sekali,” ujar Ishak Burmansyah saat temu bicara dengan sejumlah petinggi Kejari Curup di aula lantai dua Kantor Kejari Curup.

Dilanjutkan Ishak, pihaknya mempertanyakan terkait adanya dugaan korupsi yang terjadi pada proses pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) Lapangan Setia Negara tahun anggaran 2017 lalu.

“Sampai saat ini, proyek itu terbengkalai tidak selesai dikerjakan. Ini jelas terindikasi membuang – buang uang negara karena tidak bisa digunakan hingga saat ini,” cecar Ishak.

Selain itu, Ishak juga mempertanyakan terkait upaya penyelesaian oleh Kejaksaan terhadap sejumlah temuan BPK RI yang menyebutkan adanya Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang terjadi di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Rejang Lebong tahun anggaran 2017.

“Sudah sejauh mana hasilnya. Sudah berapa yang dikembalikan oleh para masing – masing OPD tersebut. Kami mau minta kejelasannya,” ujar Ishak.

Atas pertanyaan tersebut, Kepala Kejari Curup, Edi Utama melalui Kasi Datun, Lucky S menyampaikan jika hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan upaya penagihan terhadap TGR tersebut.

“Hingga saat ini, sisa TGR tahun 2017  yang belum dikembalikan hanya berkisar RP. 3,6 Milyar daru rp. 5,7 Milyar,” ujar Lucky.

Dilanjutkan Lucky, pihaknya terus mengharapkan dukungan dari seluruh pihak terhadap upaya penyelamatan keuangan negara tersebut.

“Saat ini Kami lebih mengutamakan penyelamatan keuangan negara, itupun jelas berdasarkan aturan. Jika ada OPD yang tidak melakukan penyetoran TGR tersebut dalam rentan waktu tertentu, jelas tetap akan dilakukan penindakan. Namun, sejauh ini seluruh OPD yang dinyatakan terdapat TGR oleh BPK sudah melakukan penyetoran, walaupun dengan cara diangsur,” akhir Lucky. [Ipank PeBe]