Tiga OPD Ikuti Iktikaf Tiga Hari di Masjid

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kurang dari sepekan kegiatan Jambore 300 Ribu Pemuda Hijrah yang akan digelar pada puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bengkulu ke-300, Pemerintah Kota Bengkulu terus menggalakkan budaya upaya memakmurkan rumah ibadah.

Hal ini tampak dari program bina mental dengan iktikaf selama tiga hari yang diikuti oleh tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terdiri dari Inspektorat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Sekretariat DPRD Kota Bengkulu di Masjid Nurul Huda, Desa Tebat Monok Kepahiang.

Pimpinan Gerakan Memakmurkan Satu Juta Masjid di Indonesia (Gemasajid) Ustaz Saeed Kamyabi yang memimpin rombongan ini mengatakan, upaya ini akan terus digalakkan tanpa henti sebagai bagian dari usaha mensejahterakan Indonesia yang dimulai dari Bengkulu atau Kota Hidayah.

Makmurkan rumah Allah maka Allah akan makmurkan rumahmu (sejahterakan kehidupanmu),” katanya dalam pesan tertulis kepada Pedoman Bengkulu, Selasa (12/3/2018).

Ia menekankan, salah satu hal penting yang mesti dilakukan oleh masyarakat Indonesia saat ini adalah mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang dimanfestasikan dalam bentuk amalan agama secara sempurna.

“Syukuri nikmat Allah diberi tanah yang subur, kita hanya tanam biji kopi, Allah yang keluarkan akarnya, batangnya, rantingnya, daunnya, bunganya, buahnya… Datanglah jika dipanggil Allah melalui muazin,” ungkap Ustaz Saeed.

Ada delapan hal prinsip yang ia sampaikan dalam upaya untuk memakmurkan masjid yang diharapkan dapat dimanifestasikan di masjid se-Kota Bengkulu.

Pertama, tentang bagaimana 100 persen lelaki balig salat berjamaah lima waktu di masjid.

“Ini adalah medan kerja kita. Bikin batas wilayah kerja masjid,” kata Ustaz Saeed Kamyabi.

Kedua, lanjutnya, menghidupkan empat amal Masjid Nabawi selama 24 jam dalam sehari.

“Yakni dakwah ilallah, ta’lim wa ta’allum, zikir ibadah dan khidmat. Ini adalah standar amal masjid kita,” ungkap Ustaz Saeed.

Ketiga, ia melanjutkan, menghidupkan lima amal maqami.

“Yakni musyawarah harian, ta’lim harian, kunjungan harian, silaturahim mingguan dan nisob bulanan. Ini adalah tanda kehidupan jamaah masjid,” jelas Ustaz Saeed.

Keempat, melakukan pertukaran jamaah masjid antar kampung, kota, negara, hingga antar benua.

“Ini adalah pengamalan perintah ‘li ta’arafu’ saling kenal,” tukas Ustaz Saeed.

Kelima, menghidupkan ta’lim rumah sebagai usaha atas kaum perempuan.

Keenam, menghidupkan taman pendidikan Al-Qur’an di setiap masjid sebagai usaha atas anak dan remaja.

Ketujuh, menjaga hubungan dengan ulama dan umara atau pemimpin suatu kawasan.

Kedelapan, menghadiri pertemuan mingguan untuk membawa diri ke dalam suasana iman.

“Inilah amalan Masjid Nabawi, masjid yang dibangun oleh Rasulullah di Madinah sebagai teladan bagi seluruh masjid di dunia,” tutup pria yang telah melakukan studi banding lebih dari 1.000 masjid di hampir 20 negara itu. [Medi Muamar]