PedomanBengkulu.com,Bengkulu- Kota Bengkulu saat ini berupaya lebih giat terkait pengembangan ekonomi kreatif. Salah satu upayanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melakukan Penandatangan Paparan uji petik Penilaian mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) dengan Deputi Infrastruktur Bekraf Indonesia di Aula Dinas PUPR, Kamis (28/3/2019).

Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengatakan bahwa Bengkulu mempunyai banyak Potensi yang harus dikembangkan.

“Seperti sektor fashion kita punya Besurek, di sektor kuliner yang akan kita dorong adalah jeruk kalamansi, kopi dan kue Baytat, di sektor kriya kita punya kerajinan kayu lantung yang sudah diproduksi menjadi tas, dompet dan topi yang saat ini dalam proses mengenalkan ke publik”, kata Dedy.

Menurutnya Bengkulu dengan segala potensi kearifan lokalnya sangat berpotensi dalam mengembangkan ekonomi kreatif.

“Kita harus befikir out of the box, apalagi dalam mengembangkan ekonomi kreatif, kita optimis, kita punya keunikan, tinggal dipoles dengan inovasi-inovasi dan kreatifitas yang bisa menciptakan sesuatu yang berbeda yang tidak dimiliki oleh yang lain,” ujarnya.

Selain itu Dedy Wahyudi juga menghimbau kepada Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu untuk meningkatkan anggaran tahun 2020 sebagai dukungan dalam mewujudkan ekonomi kreatif di Kota Bengkulu.

Sementara itu Deputi Infrastuktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Hari Santoso Sungkari mengapresiasi upaya pemerintah Kota Bengkulu dalam pengembangkan ekonomi kreatif.

“Bengkulu adalah kota ke-3 dari 55 kota yang kita lakukan uji petik. Bidang-bidang yang sudah ada di Bengkulu kita sudah survei dari tanggal 26 maret sampai pada hari ini hasilnya berpotensi, saya mengapresiasi upaya pemerintah Kota Bengkulu dalam mewujudkan ekonomi kreatif nanti kita akan bimbing dan fasilitasi agar hasilnya seperti yang kita harapkan,” jelas dia.

Selanjutnya, tim uji petik dalam pemaparannya memberikan pesan agar sektor kuliner yang disepakati menjadi sektor unggulan sebagai penarik terwujudnya ekonomi kreatif di Bengkulu agar mempunyai hak paten.

“Setelah melakukan survei dan pembelajaran mendalam kami sepakat mengangkat sektor kuliner yang menjadi lokomotif di Kota Bengkulu, karena Bengkulu lebih mendukung dalam pengembangan sektor kuliner dan sudah banyak produknya seperti kopi, kue bay tat, dan kalamansi. Tapi jangan lupa memberikan hak paten agar tidak di klaim oleh kota lain,” pungkasnya.

Adapun dalam acara penandatangan uji petik antara Pemkot dengan Deputi Infrastruktur Bekraf juga dihadiri oleh Kepala OPD se-kota Bengkulu, Akademisi Universitas Bengkulu dan perwakilan PT. Telkom.[Asep Setiawan/Advetorial]