Pedomanbengkulu.com, Bengkulu — Satuan Anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Kota Bengkulu menangkap seorang Ibu Rumah Tangga inisial Fs, lantaran diduga telah melakukan tindak pidana penipuan terhadap salah satu warga Kota Bengkulu.

Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo melalui Kasat Reskrim AKP Indramawan, Jumat (1/3/2019) mengatakan kejadian ini awalnya dari korban yang merasa anaknya menjadi korban guna guna. Kemudian korban mencari cara agar anaknya terbebas dari guna-guna tersebut. Kemudian korban bertanya kepada saksi dan kemudian saksi menyebutkan bahwa tersangka Fs bisa membantu menyembuhkan.

“Dari situ awal kejadian bermula yang mana korban selalu diminai uang oleh Fs dari mulai bulan Agustus hingga bulan Februari sampai mencapai angka 315 juta,” ujar Kasat

Pengakuan dari korban, kata Kasat uang tersebut ada beberapa yang di transfer dan ada dalam bentuk uang tunai. Namun berkembangnya jalan ternyata anak dari korban ini tidak memiliki gejala gejala diguna-guna. Ini indikasinya adalah penipuan.

Berdasarkan keterangan dari tersangka dia ada kenalan dukun di salah satu Kabupaten wilayah Provinsi Bengkulu yang bisa menyembuhkan, maka dari itu tersangka meminta uang dari korban.

“Pengakuan tersangka, uang tersebut diserahkan kepada dukun tersebu dan ada beberapa yang dipakai tersangka,” kata Kasat.

Sementara, sambung Kasat, korban dari aksi tersangka ini baru satu orang, tetapi pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan, karena diduga tidak menutup kemungkinan adanya korban-korban yang lain.

“Berdasarkan yang kita cek dari perbuatan tersebut pengakuan tersangka dia memberi motor baru dan beberapa gram emas. Dan kalau kita lihat dari rekening yang bersangkutan memang dalam satu hari bisa mengambil uang 1 sampai 2 juta jadi tarik tunai banyak sekali dalam satu hari. Dari tersangka kita mengamankan buku rekening, 1 sepeda motor dan beberapa gram emas,” terang Kasat.

Sedangka dari pengakuan tersangka korban meminta tolong dan uang yang diminta olehnya berdasarkan permintaan tolong korban. Jumlah uang yang mencapai 315 juta diminta secara bertahap.

“Duit tu ke dukun tu, ibu itu yang minta tolong. Dia nelpon aku minta tolong nomor telpon tu diminta, duit tu dukun itu yang minta tapi ibu tu berdasarkan permintaan dari ibu itu minta tolong banyak. Mintanya bertahap kadang ada 8 juta, 5 juta transfer melalui aku, ayuk tu belum dapat bagian tapi ada 400 sama 75 ribu di rekening yang ayuk pakai, ibu itu berjanji bakal ngasih kalo sudah selesai galo. Memang itu dukun nian,” ucap Fs. [Ardiyanto]