PedomanBengkulu.com, Seluma – Batalnya Rapat Paripurna mengenai pengesahan lima Raperda Kabupaten Seluma pada kamis kemarin, Kamis (14/3/19), disayangkan oleh Bupati Seluma Bundra Jaya, pasalnya tidak kourum anggota DPRD Seluma dalam rapat paripurna tersebut dinilai menunjukkan ketidakseriusan wakil rakyat dalam membantu kemajuan Pemkab Seluma.

Di samping itu lima Raperda yang dibahas dalam Paripurna tersebut yakni, Raperda Zakat, Infaq dan Sedekah, Raperda Penanggulangan Narkoba, Raperda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, Raperda Tata Cara Pembentukan BUMDES dan Raperda mengenai perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemilihan Kades.

“Karena tidak kourum maka lima raperda tersebut menjadi batal untuk disahkan, karena demi kepentingan masyarakat tetap harus didahulukan”, kata Bundra, Jumat (15/3/19).

Disampaikan pula, dengan tertundanya pengesahan Raperda tersebut, maka lima Raperda tersebut saat ini belum bisa diterapkan, di samping itu juga memerlukan waktu untuk penjadwalan kembali untuk pengesahan Raperda tersebut.

Terpisah, Tenno Heika selaku Ketua DPRD Seluma juga mengatakan ketidakhadiran dirinya dalam sidang pengesahan tersebut dikarenakan sedang sakit.

“Memang saya sedang tidak bisa hadir, dikarenakan sakit dan dirawat di RS, dan hari ini baru dibolehkan pulang, saya juga sangat menyayangkan tidak kourumnya anggota dewan yang hadir,” kata Tenno.

Lanjutnya, walaupun sempat batal, namun pihaknya tetap akan melanjutkan pembahasan pengesahan lima Raperda tersebut untuk ditindaklanjuti agar dapat dilakukan evaluasi kepada Gubernur.

“Untuk rapat kita akan jadwalkan kembali pada hari Senin besok,” singkat Tenno.[Wahyu]