PedomanBengkulu.com, Seluma – Sebanyak 2.689 guru honorer yang mengajar di SD dan SMP dijajaran Kabupaten Seluma harus menerima pil pahit, pasalnya ribuan guru honorer tersebut tidak akan ada pengangkatan tenaga P3K. Mendapati adanya informasi tersebut, sejumlah guru honorer kembali mendatangi kantor DPRD Seluma, guna melakukan hearing terhadap DPRD serta jajaran PemKab Seluma, termasuk OPD terkait.

Disamping itu, mendapati adanya informasi DPRD Seluma juga mengapresiasi kinerja guru honorer yang tak kunjung mengenal lelah, hanya untuk mencerdaskan anak bangsa, walaupun dengan gaji yang tidak seberapa banyak diterima tiap bulannya. Dengan adanya pertemuan tersebut DPRD Seluma meminta kepada Dispendik Seluma sementara ini untuk menghentikan segala macam bentuk perekrutan guru honorer.

Elian Suandi, selaku seketaris Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Seluma kembali menegaskan, bahwa pengangkatan tenaga P3K berdasarkan dengan regulasi PP 49/2018, dan baru dilaksanakan pada Febuari 2019 ini.

“Jadi PemKab Seluma tidak dapat melaksanakan ataupun menyiapkan segala sesuatunya, walaupun sudah dibebankan oleh pusat,” jelas Elian, Jumat [8/3/2019].

Kendati demikian, menyikapi hal tersebut dari pernyataan BKPSDM Seluma, Wakil Ketua II DPRD Seluma Okti Fitriani menyimpulkan dari hearing mengenai guru honorer tersebut.

“Sudah kita simpulkan, bahwa untuk tahap Februari lalu, hanya 32 PPL yang dapat diakomodir masuk P3K, karena sudah ada MoU dengan Kementan, jadi secara otomatis guru honorer tidak masuk,” kata Okti Fitriani.

Dijelakan, terhambat regulasinya pada PP No. 49/2018 tersebut, hanya berlaku untuk tenaga honorer K2, dan sudah tercantum dalam Kemenpan-RB, serta tenaga honorer K2 jumlahnya juga terbatas, yakni 32 orang PPL. Namun, masih ada kemungkinan besar bagi para guru honorer untuk mengikuti rekruitmen P3K pada Mei mendatang. Serta akan mencabut pernyataan dari mantan Bupati Seluma, bahwa akan ada pengangkatan tenaga guru honorer yang mengabdi selama puluhan tahun untuk diperjuangkan nasibnya. [Wahyu].