PedomanBengkulu.com, Seluma – Salah satu tambak udang yang berada di Desa Genting Juar Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma merupakan udang berskala ekspor. Sebelumnya, pembangunan tambak udang tersebut dibangun sejak tahun 2016 kemarin, dan sudah mulai beroperasi pada bulan Mei 2018 hingga Maret 2019 ini.

Diketahui sebelumnya pemilik tambak udang tersebut berasal dari Provinsi Lampung yakni PT Maju Tambak Subur. Baru-baru ini, diduga adanya beberapa kejanggalan terhadap izin operasi tambak udang tersebut. Sselain itu pihak tambak juga disinyalir tidak memberikan sumbangsih PAD ke Kabupaten Seluma.

Hal tersebut membuat Ketua DPRD Seluma Tenno Heika merasa geram lantaran tidak adanya pemasukan sebagai kontribusi terhadap daerah.

“Ini pelanggaran, mereka sudah beroperasi dan produksi, namun tidak ada kontribusi kepada daerah. Saya sangat menyayangkan sikap yang diambil oleh pihak tambak tersebut, saya perkirakan lahan mereka garap lebih dari 20 hektar,” tegas Ketua DPRD Seluma Tenno Heika, Jumat (22/3/2019).

Sementara itu, jika dilihat kasat mata, skala industri rumahan lahan tambak udang tersebut tidak seluas dan selengkap itu. Pasalnya banyak ditemukan alat berat serta dumptruck pribadi yang digunakan untuk pengoperasian sehari-hari ditambak tersebut.

“Jika memang skala industri rumahan tidak seperti ini, dan banyak kita temukan kejanggalan di sini,” ujar Tenno.

Namun sangat disayangkan, semua karyawan yang bekerja disana tidak sepenuhnya mendapat perhatian lebih, karena saat jam pulang kerja mereka semua diperiksa satu persatu untuk memastikan tidak adanya udang sisa hasil panen dikolam pasca panen.

“Itukan banyak yang sisa, jadi mubazir saja udang yang tertinggal di kolam tersebut. Seharusnya pihak tambak menaati peraturan yang diberlakukan oleh Kabupaten Seluma, namun apabila pihak tambak tersebut tidak segera melengkapi administrasi maka akan dicabut izinnya,” pungkas Tenno.[Wahyu]