PedomanBengkulu.com, Seluma – Ketua Bawaslu Seluma, Yefrizal memastikan tidak ada Pemungutan Suara Ulang lagi untuk wilayah Kabupaten Seluma. Walaupun sempat mendapat laporan dari caleg Dapil II Seluma mengenai adanya dugaan kecurangan di enam TPS di Desa Serambi Gunung Kecamatan Talo.

“Saya pastikan tidak ada lagi untuk PSU, karena mereka sudah terlambat melaporkan. Keterlambatan itu sebanyak 10 hari sejak digelar pemilu serentak kemarin. Walaupun tidak dilakukan PSU namun kami akan melakukan proses terhadap adanya dugaan pelanggaran,” kata Yefrizal Ketua Bawaslu Seluma, Minggu (28/4/2019).

Ditegaskan, jika melakukan PSU maka waktu ditentukan hanya 10 hari sejak dilakukan pemilu serentek kemarin. Selain tidak dilakukan PSU pihaknya juga memporses dugaan laporan yang disampaikan oleh enam caleg Dapil II Kabupaten Seluma sebagai pelanggaran serta akan diproses oleh Bawaslu.

“Tidak bisa dilakukan PSU, mereka sudah terlambat dan akan kami catat sebagai tindakan pelanggaran,” tegas Yefrizal.

Sementara itu, menyikapi laporan caleg dapil II Komisioner KPU Seluma Sarjan Effendi menyampaikan bahwa tidak bisa dilakukan PSU atas ijin dan rekomendasi dari pihak Bawaslu Seluma.

“Tidak bisa PSU, PSU itu yang menentukan rekomendasinya Bawaslu, tapi kemungkinan besar PSU tidak bisa dilakukan lantaran waktu ditentukan cuma 10 hari sejak dilakukan pemilu serentak kemarin,” sampai Sarjan.

Sebelumnya, enam caleg tersebut datang mendatangi KPU Seluma terkait adanya dugaan kecurangan pada TPS 1 hingga 6 Desa Serambi Gunung Kecamatan Talo, lantaran kecurangan yang dimaksud yakni DPK mencapai 135 orang, selain itu satu orang lagi memiliki KTP bukan dari Serambi Gunung, melainkan dari Sumatera Selatan. [Wahyu]