PedomanBengkulu.com, Seluma – Salah satu kawasan taman buru Semidang Bukit Kabu (SBK) reg. 58 Kabupaten Seluma saat ini diduga dirambah oleh pemilik pengusaha kuari dengan cara membuka badan jalan terlebih dahulu memakai alat berat.

Adanya aktivitas dugaan perambahan hutan, sejumlah warga pemerhati lingkungan mendatangi kantor Bupati Seluma pada Kamis siang (25/4). Kedatangan warga tersebut guna mengadukan tindakan yang dilakukan oleh Kedes Desa Talang Giring yang mengeluarkan SKT kepada pihak kuari tersebut.

“Kami keberatan jika dilakukan pembukaan badan jalan, di dalam taman hutan SBK tersebut banyak satwa liar yang secara undang undang dilindungi oleh negara. Disana terdapat rusa, harimau sumatera, beruang madu dan lainnya, saya takut hewan langka akan punah,” kata Endang, Warga Desa Talang Giring, Kamis (25/4/2019).

Lanjutnya, dengan datangnya ke Kantor Bupati Seluma dengan sejumlah warga pihaknya mengharapkan untuk segera ditindaklanjuti. Agar nantinya ekosistem dalam hutan tersebut dapat terjaga.

“Kami tak rela jika hutan kami akan dibuat seperti itu. Sedangkan hutan itu fungsinya sangat penting. Perambah hutan sangat licik, mereka masuk lewat jalur yang dibuat oleh pihak kuari, lambat laun akan habis isi hutan itu,” lanjut Endang.

Menyikapi adanya laporan mencuat tersebut yang diduga sudah masuk jalur taman SBK, Kepala Seksi Konservasi wilayah II BKSDA Bengkulu, Darwis Saragi menjelaskan bahwa lokasi pembukaan badan jalan tidak berada di areal Taman Buru SBK.

“Karena lokasi badan jalan yang dibuka itu berjarak terdekat sekitar 30 meter, dan selanjutnya menjauh dari kawasan taman hutan buru SBK,” jelas Darwis.

Dijelaskan, pihaknya juga menambahkan dalam permasalahan ini sudah berkoordinasi langsung dengan biro Hukum Kemen LHK sehingga perkara tersebut untuk tidak dilanjutkan, lantaran jauh dari kawasan taman buru SBK.

“Itu tidak masuk kawasan, namun saya minta apabila nantinya benar-benar masuk dalam kawasan maka akan kita tindaklanjuti.” imbuh Darwis. [Wahyu]