Nasyirwan M.Pd, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Rejang Lebong

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Peringatan keras disampikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Rejang Lebong pasca berlangsungnya kegiatan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) yang digelar di Rejang Lebong. Sekolah dilarang keras melakukan pungutan biaya perpisahan yang berlebihan.

Bahkan, Disdik Rejang Lebong meminta agar Masyarakat bisa proaktif melaporkan kepada Disdik Rejang Lebong jika terdapat sekolah yang mengambil pungutan biaya perpisahan berlebihan sebab hal tersebut terkatagori ‘Pungli’.

“Mengambil biaya perpisahan tidak dilarang sepanjang nilainya wajar dan tidak memberatkan Wali murid. Misalnya untuk biaya membuat acara perpisahan disekolah,” ujar Nasyirwan M.Pd, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Rejang Lebong, Jumat (26/4).

Dilanjutkan Nasyirwan, item – item sumbangan yang biasanya akan memberatkan wali murid dalam penarikan sumbangan perpisahan yaitu biaya pembelian kenang – kenangan, uang pembelian moblair dan pembuatan gedung dengan modus sebagai tanda kenang kenangan.

“Item – item tersebut sangat dilarang karena sudah jelas akan sangat memberatkan para wali murid yang dimintai sumbangan, ” ujar Nasyirwan.

Ditambahkan Nasyirwan, pemungutan biaya perpisahan yang didasari oleh rapat komite juga diminta agar tidak mencantumkan item – item sumbangan yang dilarang tersebut.

“Komite sekolah dan pihak sekolah dalam menggelar rapat untuk menentukan biaya perpisahan juga dilarang mencantumkan item-item itu karena pasti memberatkan wali murid,” ujarnya. [Ifan Salianto]