PedomanBengkulu.com, Bengkulu – BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu bersama Kelurahan Beringin Raya kembali membahas perkembangan terkini dari Pilot Project Desa JKN di Kelurahan Beringin Raya, Kamis (04/04). Dalam pertemuan tersebut dibahas pula tentang kemungkinan memanfaatkan pembayaran iuran JKN-KIS melalui berbagai opsi seperti mendayagunakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kelurahan Berigin Raya. Dalam pertemuan tersebut, hadir Lurah Beringin Raya Sidarmi bersama sejumlah perwakilan dari UMKM Jeruk Kalamansi.

“Pada kesempatan hari ini, kami ingin melakukan evaluasi terhadap Program Desa JKN. Saat ini yang baru benar-benar berjalan adalah Program Kader JKN, sehingga ke depannya kita berharap ada hasil evaluasi yang memperlihatkan sejauh mana masyarakat Desa Beringin Raya bisa dengan secara mandiri membayar iuran JKN-KIS. Kami juga ingin menggali lebih dalam tentang UMKM yang ada di wilayah kerja Desa Beringin Raya agar dapat diberdayakan sehingga masyarakat dapat membayar iuran JKN-KIS melalui usaha di UMKM ini,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu Rizki Lestari.

Ia menjelaskan, konsep Desa JKN ini merupakan suatu unit pemerintah terkecil yang berperan aktif dalam upaya mandiri dalam melaksanakan empat aspek yaitu kepesertaan, pengumpulan iuran, pelayanan kesehatan dan pojok layanan peserta. Diharapkan Desa JKN ini lebih pada upaya memandirikan komponen masyarakat agar mampu berswadaya dan bersama sama untuk mendaftar serta berswadana dalam memenuhi kewajiban membayar iuran.

“Dengan diberdayakan UMKM di wilayah tersebut diharapkan akan dapat membantu memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembayaran iuran JKN-KIS masyarakat di wilayah Kelurahan Beringin Raya,” kata Rizki.

Sementara itu, Lurah Beringin Raya, Sidarmi menyambut baik inovasi yang disampaikan oleh BPJS Kesehatan dan akan mendorong pengusaha UMKM untuk lebih terlibat dalam inovasi ini.

“Hal ini merupakan usul yang baik, nanti saya akan mendorong agar warga yang mendapat bibit kalamansi ketika berbuah agar hasil penjualanannya disisihkan untuk membayar iuran JKN-KIS,” jelas Sidarmi.

Adapun sampai dengan Maret 2019, jumlah cakupan kepesertaan JKN-KIS di wilayah Kota Bengkulu sebanyak 343.262 peserta atau sekitar 93,4% dari total penduduk Kota Bengkulu.[Rls]