PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Program JKN-KIS yang sudah berjalan lebih dari lima tahun ini terasa sangat bermanfaat bagi Endang Kusmana (54), seorang kuli bangunan asal Seluma yang telah menderita sakit tumor di kepalanya lebih kurang tujuh tahun. Ditemui di rumahnya yang sederhana di daerah Seluma, Rabu, (10/04) Endang menuturkan pengalamanannya selama berkutat dengan penyakit yang dideritanya tersebut.

Endang yang merupakan peserta JKN-KIS Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Pemerintah Daerah Kabupaten Seluma ini menuturkan, awalnya sekitar tahun 2012 Endang terluka akibat sabetan kapak.

“Saya saat itu sedang membelah kayu menggunakan kapak dan tanpa sadar di atas saya ada jemuran tambang sehingga secara tidak sengaja ayunan kapak saya malah berbalik dan mengenai kepala saya. Jujur ngeri sekali saya melihat banyak darah yang keluar. Buru-buru saat itu saya kompres pakai es agar darahnya berhenti namun, tidak lama kemudia luka tersebut menjadi bengkak,” tutur Endang.

Endang lalu memeriksakan lukanya yang membengkak ke Rumah Sakit M.Yunus Bengkulu dan hasil dianogsa awal ternyata Endang mengidap penyakit tumor jinak. Setelah beberapa kali dilakukan operasi bedah , tumor jinak tersebut tetap tidak sembuh sembuh sampai akhirnya setelah dilakukan operasi yang ke tujuh kali, diagnosa terakhir dinyatakan tumor jinak yang diderita Endang telah menjadi tumor ganas. Akhirnya pada awal tahun 2019 Endang dirujuk ke Rumah Sakit Muhammad Hosein Palembang.

Endang pun bercerita bagaimana pelayanan di rumah sakit tersebut mulai dari rontgen, CT Scan sampai pada akhirnya dilakukan tindakan operasi pengangkatan tumor ganas. Awalya Endang takut untuk dirujuk ke Palembang karena masalah biaya, namun setelah menjalani sendiri, ia pun mengaku tenang.

“Saya banyak mendapat tindakan pelayanan kesehatan di sana. Pernah mendengar dari teman-teman apabila dilakukan operasi tanpa menggunakan Program JKN-KIS biaya operasi dan perawatannya bisa menghabiskan lebih kurang 20 juta. Tapi alhamdulilah pelayanannya baik dan juga seluruh tindakan operasi yang telah beberapa kali saya jalani sama sekali tidak mengeluarkan biaya sedikit pun. Salut saya sama program ini,” kenang Endang.

Endang tidak menyangka bahwa tumor ganas yang telah lama dideritanya akhirnya dapat dioperasi dan diangkat setelah sekian lama. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya JKN-KIS dan berharap program ini dapat terus berjalan.

“Saya sangat berterima kasih dengan adanya program ini, karena dengan program ini saya bisa berobat dengan pelayanan baik tanpa harus mengelurkan biaya sedikit pun. Kami sekeluarga mempunyai harapan terhadap Program JKN-KIS agar selalu ada dan menjadi lebih baik lagi,” tutup Endang.[Rls]