Walikota Bengkulu H Helmi Hasan saat menyampaikan kabar terkait bencana banjir dan longsor di Bengkulu serta menggalang kepedulian dari seluruh walikota yang hadir dalam Musyawarah Komisariat Wilayah II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) digelar di Kota Lubuklinggau, Selasa (30/4/2019).

PedomanBengkulu.com, Lubuklinggau – Musyawarah Komisariat Wilayah II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) digelar di Kota Lubuklinggau, hari ini, Selasa (30/4/2019).

Hadir dalam musyawarah tersebut diantaranya Walikota Lubuklinggau dan Wakil Walikota Lubuklinggau, Walikota Palembang, Walikota Jambi, Walikota Pangkal Pinang, Walikota Sungai Penuh, Walikota Pagar Alam, Walikota Prabumulih, Walikota Metro, Walikota Lampung dan Walikota Bengkulu.

Dalam acara tersebut, Walikota Bengkulu H Helmi Hasan menyiarkan kabar terkait bencana banjir dan longsor di Bengkulu dan menggalang kepedulian dari seluruh walikota yang hadir.

“Kita menggalang kepedulian dari luar seperti Jambi, Linggau dan Lampung,” kata Helmi Hasan kepada jurnalis.

Selain menggugah solidaritas kemanusiaan para walikota, Helmi juga berharap adanya dukungan dari pihak terkait agar persoalan di hulu Sungai Bengkulu yang menjadi penyebab adanya banjir dapat diselesaikan.

“Kita terus berikhtiar dan berdoa semoga persoalan tersebut bisa cepat selesai dan bencana tidak terjadi lagi,” ungkap Helmi Hasan yang hari ini diagendakan pulang ke Bengkulu.

Untuk diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Bengkulu telah mengakibatkan 29 orang meninggal dunia dan 13 orang masih dalam pencarian.

BNPB sendiri telah menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 2,25 miliar kepada Gubernur Bengkulu untuk selanjutnya dana siap pakai tersebut akan diberikan kepada BPBD Kabupaten/Kota sesuai tingkat kerusakan akibat bencana.

Saat ini, di beberapa lokasi, air perlahan-lahan mulai surut dan sejumlah warga mulai kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur dan peralatan rumah yang terendam banjir.

Warga terdampak bencana alam banjir dan longsor diimbau agar selalu waspada terhadap sejumlah penyakit yang diprediksi kerap terjangkit pasca bencana alam terjadi. Diantaranya, Demam Berdarah Dangue (DBD), diare dan ispa.

Dalam mengatasi banjir ini, Pemerintah Kota Bengkulu berbagi peran, tak hanya sekedar datang ke lokasi banjir kemudian selfie-selfie atau berswafoto.

Wakil Walikota Dedy Wahyudi dengan sigap langsung turun ke lapangan untuk memberikan bantuan dan menolong warga kota yang menjadi korban, sementara Walikota Helmi Hasan menggalang bantuan dari luar.

Demikian pula dengan instansi-instansi lainnya seperti Pemerintah Provinsi Bengkulu, Baznas dan lain-lain ikut serta menyalurkan bantuan untuk korban dan mendokumentasikannya kepada publik. [Medi Muamar/Advetorial]