PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Mangatas (49) merupakan salah satu dari jutaan peserta JKN-KIS yang ikut merasakan kebaikan dari Program JKN-KIS. Mangatas dan keluarganya merupakan peserta JKN-KIS dari sektor Peserta Penerima Upah (PPU). Istri Mangatas yang bernama Tuti Hartini (50) merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Rejang Lebong, sementara Mangatas sendiri berprofesi sebagai wiraswasta.

“Saya pernah kena stroke ringan. Ini bukan yang pertama kali, tapi memang yang sekarang tidak parah. Hanya bagian kanan tubuh saya yang rasanya sudah hampir mati rasa. Jadi saya memutuskan untuk segera berobat. Untungnya saya sudah menjadi peserta JKN-KIS dari zaman masih Askes. Alhamdulillah, tidak perlu khawatir lagi soal biaya,” ujar Mangatas kala berbincang dengan tim Jamkesnews sambil menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah Curup di Kabupaten Rejang Lebong, Senin (08/04).

Penyakit stroke ringan yang dideritanya memang sudah relatif lama. Diakuinya kalau sedang kambuh seperti sekarang ini, dia khawatir akan merepotkan keluarganya untuk membantunya melakukan aktivitas sehari-hari. Namun diakuinya setelah mendapatkan perawatan, kondisinya jauh lebih baik.

“Kalau lagi sakit seperti ini jadi terasa seperti anak kecil lagi. Apa-apa harus dibantu. Mau makan disuapi, mau minum dituangi, mau ke kamar kecil saja harus dibantu, apalagi mandi. Semoga bisa segera sembuh biar nggak merepotkan keluarga lagi. Ini sudah jauh lebih baik dibanding pertama kali masuk rumah sakit kemarin. Sekarang sudah bisa digerakkan bagian kanan saya, walau belum sempurna. Pelan-pelan yang penting sering-sering berlatih kata dokter. Dokter dan perawat yang merawat saya juga baik-baik semua,” ujarnya.

Mangatas juga menjelaskan, kehadiran Program JKN-KIS sangat membantunya dari sisi finansial, sehingga tidak membebankan keluarga.

“Rasanya bersyukur sekali, jika dibandingkan dengan potongan gaji istri setiap bulan itu rasanya nggak akan cukup untuk membantu pengobatan saya selama ini. Baik sekali pemerintah yang sudah memikirkan jaminan kesehatan untuk masyarakatnya. Peserta mandiri jangan lupa bayar iurannya ya, biar bisa bantu masyarakat yang membutuhkan. Siapa tahu besok giliran kita yang perlu. Jadi bisa saling bantu terus,” tutupnya sambil tersenyum.[Rls]