Pedomanbengkulu.com, Bengkulu — Kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu patut diapresiasi. Pasalnya, pihaknya terus gencar memburu para buronan baik yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana.

Baru-baru ini, Tim gabungan Kejaksaan Kejati Bengkulu dan Kejari Kota Bengkulu berhasil menangkap Nazarman Liatien (44) Direktur CV Taburan Intan, dikediamannya di Jalan Sungai Rupat, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, sekitar pukul 18.00 WIB yang merupakan buronan terpidana kasus korupsi pengadaan alat penanggulangan bencana Kota Bengkulu senilai Rp1 miliar lebih.

Kepala Kejari (Kajari) Bengkulu, Emilwan Ridwan saat dikonfirmasi, Minggu (31/3/2019) mengatakan berdasarkan putusan Mahkamah Agung tertanggal 3 September 2015. Nazarman Liatien dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara dan menjatuhkan pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 311 juta lebih dikonpensasikan dengan uang yang telah disita.

Setelah ditangkap terpidana langsung dibawa ke Kejari Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah diperiksa kurang lebih 1 jam terpidana langsung dieksekusi ke Lapas Bentiring untuk menjalani hukuman.

Selain itu, Emilwan menegaskan, jajaran Kejari Kota Bengkulu bertekad akan memburu dan menangkap para buronan Kejari Bengkulu dimanapun berada, baik yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana.

“Hukum harus ditegakkan walaupun langit akan runtuh. Jajaran Kejari Kota Bengkulu mendukung penuh Kejati Provinsi Bengkulu melaksanakan program Tabur 311 yang dicanangkan Kejaksaan Agung,” tegas Kajari yang akrab dengan wartawan ini.

Diketahui, terpidana tersebut melanggar pasal 3 Jo pasal 18 UndangUndang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Jo. Undang-Undang Noomor  20 tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (l) ke-l KUHP. Undang-undang Noomor 14 Tahun I999 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2009 serta peraturan lain yang bersangkutan. [Ardiyanto]