Kasi Penuntutan Kejati Bengkulu, Rozano Yudistira

Pedomanbengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menagih berkas perkara dari penyidik Polda soal Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) inisial MW yang menjadi tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pemotongan dana Gabungan Usaha (GU) RSUD Bengkulu Tengah dan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang bersumber dari dana APBD 2018 berdasarkan Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan (SPDP) tertanggal 25 Januari 2019 nomor B 27 yang masuk pada saat pelimpahan terdakwa FG selaku bendahara pengeluaran Dinkes Benteng.

Kasi Penuntutan Kejati Bengkulu, Rozano Yudistira, Senin (15/4/2019) mengatakan pihaknya baru menerima SPDP dari penyidik Polda. Sejauh ini untuk pengiriman berkas perkara pihaknya belum menerima. Pihaknya menagih kepada penyidik agar segera dilimpahkan dengan melayangkan surat resmi.

“Dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menagih berkas perkara ke penyidik Polda secara resmi untuk segera melimpahkan berkas perkara tersebut,” tegas Rozano.

Seperti diketahui bersama beberapa waktu lalu tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) terkait dugaan tindak pidana korupsi pemotongan dana gabungan usaha (GU) RSUD Bengkulu Tengah dan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang bersumber dari dana APBD 2018 dengan terdakwa FG selaku bendahara pengeluaran Dinkes Benteng.

Dalam kasus ini penyidik Reskrimsus Polda Bengkulu diketahui menetapkan dua orang tersangka yaitu FG, bendahara pengeluaran Dinkes Benteng dan MW Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Benteng.

Penetapan tersangka Plt Kadis tersebut diketahui setelah penyidik melakukan pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu. Dalam pelimpahan tersebut Kejati menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tertanggal 25 Januari 2019 nomor B 27 dengan tersangka MW.

Perbuatan tersangka MW sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 e dan atau pasal 12 f undang-undang nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Hingga kini pasca ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu, berkas perkara Plt Kadis Benteng belum dilimpahkan ke tahap dua oleh penyidik.

OTT yang dilakukan tim saber pungli Polda Bengkulu terkait dana gabungan usaha (GU) RSUD Bengkulu Tengah dan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk puskesmas yang diduga ada pemotongan dana sebesar 10 persen setiap pencarian pertiga bulan sekalali oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah dalam OTT tersebut diduga barang bukti yang diamankan uang sebesar Rp117 juta. [Ardiyanto]