PedomanBengkulu.com, Seluma – Setelah melakukan proses pemungutan suara pada tiap TPS yang ada di Kabupaten Seluma pada Rabu kemarin (17/4), hingga Kamis (18/4) dini hari pukul 01.30 wib proses rekapitulasi perhitungan surat suara C1 hologram di TPS 03 Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan terpaksa dihentikan. Pemberhentian tersebut lantaran dikhawatirkan terjadinya kesalahpahaman dalam pengisian pleno.

Disamping itu, pemberhentian tersebut adanya intruksi dari Bustami (45) Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPSS) di TPS 03. Bustami mengatakan bahwa pemberhentian dilakukan karena sudah tidak sanggupnya lagi melakukan perekapan suara.

“Semua sudah tidak sanggup lagi pak, bukan satu atau dua orang yang tidak sanggup pak itu banyak pak. Mata kami juga ngantuk, dan kami punya hak untuk istirahat. Jadi akan kami lanjutkan Kamis pagi,” kata Bustami, Kamis (18/4/2019).

Dijelaskan, sebagai bentuk alasan lain ia menerangkan bahwa hingga kamis dinihari tidak ada lagi tempat untuk memfotocopy lembaran C1 Hologram. Dengan tidak kondusifnya keadaan fisik hingga kamis dinihari, pihaknya belum melaporkan ke KPU Seluma.

“Tengah malam sudah tidak ada tempat fotokopian lagi pak,kami juga belum melaporkan ke KPU, namun sudah berkoordinasi dengan panwascam pak untuk tindak lanjutnya,” jelas Bustami.

Terpisah, saat di konfirmasi via teleponon Sarjan Efendi selaku Komisioner KPU Seluma pihaknya menegaskan belum menerima adanya laporan tersebut.

“Saya belum menerima laporan pemberhentian sementara atau istirahat. Tapi akan kita tindak lanjuti meminta pihak Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk memastikan keadaan di TPS 03 Desa Pasar Seluma itu,” tegas Sarjan.

Disampaikan, selain itu tidak diperbolehkannya pemberhentian rekapitulasi hasil dari pemungutan suara, dan hal tersebut sudah diatur dalam PKPU Nomor 3 tahun 2018 tidak diperkenankannya pemberhentian selama rekapitulasi dalam kondisi apapun.

“Dalam undang-undang juga sudah diatur, jadi kita tunggu hasil PPK setelah dilakukan pengencekan terhadap TPS 03 Desa Pasar Seluma tersebut,” imbuh Sarjan. [Wahyu]