‘Nusantara Mengopi’, model kampanye caleg DPR RI dapil Sumut 1 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut 1, Dita Indah Sari, di Kecamatan Patumbak, Deli Serdang, Sabtu malam (6/4/2019).

PedomanBengkulu.com, Medan – Kopi punya cerita: Hitam tak selalu kotor, pahit tak harus sedih, kopi tak akan berdusta. Demikian kata-kata yang terpampang dalam sebuah spanduk kampanye calon legislatif (caleg) yang bertemakan ‘Nusantara Mengopi’.

Agaknya, sebuah model kampanye unik dan kreatif tengah dimainkan untuk meraih simpati masyarakat. Bagaimana tidak, masyarakat dari sejumlah kampung diundang dan dikumpulkan di suatu tempat untuk mengopi bersama, bercengkrama dan bersilaturrahmi dengan caleg dan timnya, ditemani panganan ringan kacang rebus, keripik dan pisang rebus.

Setelah itu, caleg beserta masyarakat bersama-sama menyaksikan sebuah hiburan tradisional, jaran gepang. Benar-benar sebuah model kampanye unik dan merakyat.

Model kampanye seperti ini dilakukan oleh caleg DPR RI dapil Sumut 1 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut 1, Dita Indah Sari, di Kecamatan Patumbak, Deli Serdang, Sabtu malam (6/4/2019).

“Kita sengaja melakukan kampanye seperti ini, karena menurut kami model kampanye tatap muka langsung sambil ngopi bareng lebih mengena dan lebih bermanfaat. Masyarakat bisa langsung berdialog menyampaikan uneg-unegnya, dan kami pun sebagai caleg bisa mengetahui secara langsung berbagai persoalan di masyarakat. Namun intinya silaturrahmi akan terjalin dengan kampanye seperti ini,” sebut Dita.

Warga masyarakat tampak antusias ikut serta dalam ‘Nusantara Mengopi’.

Wakil Sekjen DPP PKB dan koordinator gugus tugas TKN Jokowi-Ma’ruf Amin ini juga menambahkan, tema Nusantara Mengopi sengaja diambil sebagai tema kampanyenya karena ditengah tensi politik saat ini yang begitu tinggi menghadapi Pileg dan Pilpres, dengan mengopi bersama suasana akan menjadi cair dan penuh keakraban.

“Kita perlu menciptakan suasana yang teduh dan damai ditengah suasana politik yang panas. Meski mungkin ada perbedaan pilihan, tapi kita tetap bersaudara. Jangan sampai karena perbedaan pilihan saling bermusuhan, saling menebar kebencian, fitnah dan hoaks. Padahal mungkin, orang yang kita musuhi itu adalah saudara, teman atau tetangga dekat kita, yang saat kita mengalami kesusahan, bisa jadi dialah orang pertama yang dapat menolong kita,” ujar Dita yang juga mantan anggota misi kemanusiaan dan perdamaian Asia untuk Timur Tengah ini.

Penampilan Sanggar Seni Budaya Jaran Gepang menghibur para warga masyarakat yang ikut dalam ‘Nusantara Mengopi’

Tim pemenangan Dita Indah Sari juga sengaja menghadirkan Sanggar Seni Budaya Jaran Gepang di acara ini. Hal itu selain sebagai upaya untuk melestarikan kesenian budaya lndonesia, juga sebagai sarana hiburan rakyat. Dan terlihat, masyarakat dari berbagai desa berbondong-bondong datang ke lokasi acara.

Di kesempatan itu, pihak Sanggar Seni Budaya juga mempersembahkan tarian persembahan selamat datang khas jaran gepang dan permohonan keselamatan serta keberhasilan bagi Dita Indah Sari dalam meraih kursi legislatif DPR RI. [Medi Muamar/Rls]